Friday, December 13, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Diskan Fasilitasi Permodalan Bagi Pelaku Usaha Perikanan

Diskan Fasilitasi Permodalan Bagi Pelaku Usaha Perikanan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai upaya peningkatan kapasitas kelembagaan pelaku utama perikanan, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo memberikan fasilitasi permodalan bagi pelaku usaha perikanan di Hotel Alya Kraksaan, Senin (15/7/2019).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi ini diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari Kecamatan Pajarakan, Kraksaan dan Paiton. Selama kegiatan mereka akan mendapatkan materi tentang KUR Mikro BRI dan LPMU KP dan Manajemen Usaha dari narasumber Pimpinan BRI Cabang Probolinggo dan Pendamping LPMU KP.

Kasi Pembinaan Usaha dan Kelembagaan Diskan Kabupaten Probolinggo Fonny Sukma Apsari mengungkapkan kegiatan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2015 Tentang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudidaya Ikan Kecil, Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban memfasilitasi pembiayaan dan permodalan bagi nelayan kecil dan pembudidaya kecil.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan fasilitasi permodalan bagi pelaku usaha perikanan serta meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Sementara Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan usaha perikanan itu terdiri dari nelayan, pembudidaya dan pengolah dibekali dengan teori teknologi, manajemen dan lain sebagainya. Dari semua itu mereka harus berkembang dan untuk berkembang terkadang terbentur dengan dana.

“Oleh karena itu, bimtek dengan fasilitasi penguatan permodalan ini kita mengundang pihak perbankan. Selain itu juga ada terobosan Lembaga Pengelola Modal Usaha (LPMU) Kelautan dan Perikanan (KP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Dan ini sudah berjalan beberapa tahun dan hingga saat ini sudah ada beberapa yang cair bulan Mei yang lalu,” katanya.

Menurut Dedy, dari LPMU KP tersebut sudah ada beberapa kelompok yang cair hingga Rp 440 juta. Tetapi dalam pencairan tersebut nantinya terlebih dahulu akan dilakukan penilaian oleh tenaga ahli. Aspek-aspek yang dinilai diantaranya, kapasitas usaha, kelayakan, status usaha, legalitas usaha dan lain sebagainya.

“Dengan adanya fasilitasi permodalan bagi usaha perikanan ini maka diharapkan para pengolah, nelayan dan pembudidaya bisa lebih maju. Hal ini dilakukan untuk memacu dan memicu supaya mereka bisa lebih berkembang. Tujuannya supaya usahanya bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan yang pada akhirnya bisa mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dari sektor perikanan,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal