Wednesday, August 12, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Diskan Berikan Penyuluhan Hukum Dalam Pendayagunaan Sumberdaya Perikanan

Diskan Berikan Penyuluhan Hukum Dalam Pendayagunaan Sumberdaya Perikanan

Reporter : Syamsul Akbar
GENDING – Dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat nelayan dalam melakukan penangkapan ikan dan adanya aturan yang tidak boleh dilanggar, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo memberikan penyuluhan hukum dalam pendayagunaan sumber daya perikanan di Balai Desa Klaseman Kecamatan Gending, Kamis (21/3/2019).

Penyuluhan hukum ini diikuti oleh 50 orang dari nelayan Desa Klaseman dan sekitarnya. Sebagai narasumber hadir dari Diskan Kabupaten Probolinggo, Satpolairud Polres Probolinggo dan Poskamladu (Pos Keamanan Laut Terpadu) Paiton.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap Wahid Noor Azis mengatakan kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat nelayan agar mereka melek hukum.

“Selain melakukan penangkapan ikan yang ramah lingkungan, masyarakat nelayan juga ikut menjaga dan mengawasi sumber daya alam tersebut dengan melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila ada nelayan/kapal yang melakukan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan,” katanya.

Melalui kegiatan ini Wahid mengharapkan masyarakat nelayan melakukan penangkapan ikan yang ramah lingkungan. “Selain itu, dengan sama-sama menjaga dan memelihara sumber daya perikanan yang ada, maka sumber daya tersebut dapat berkelanjutan sampai dengan anak cucu kita di masa mendatang,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut narasumber Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis menyampaikan tentang Siswasmas (Sistem Pengawasan Masyarakat) yang dilakukan oleh pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) untuk sama-sama menjaga pelestarian lingkungan dengan membantu pemerintah untuk memantau dan menjaga dalam hal kegiatan penangkapan ikan yang harus ramah lingkungan serta pengawasan terhadap lingkungan terkait pelestarian dan rehabilitasi pohon mangrove.

Sementara Kanit Gakkum Satpolairud Polres Probolinggo Aiptu I Ketut Alit menyampaikan tentang penegakan hukum terhadap nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan alat yang tidak ramah lingkungan, khususnya bahan peledak dan penangkapan dengan racun/potasium serta himbauan kepada masyarakat nelayan untuk tidak melakukan penebangan pohon mangrove tanpa ijin karena sanksinya cukup berat dengan hukuman minimal 2 tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar.

Sedangkan Komandan Poskamladu Paiton Peltu (mes) Agus Suyono menginformasikan terkait pengamanan laut, khususnya masyarakat nelayan harus mentaati ketentuan yang berlaku terutama kelengkapan dokumen kapal ketika melakukan penangkapan ikan di laut dan melakukan penangkapan ikan sesuai jalur penangkapan sehingga tidak terjadi konflik nelayan. (wan)

cww trust seal