Tuesday, October 22, 2019
Depan > Kesehatan > Diskan Berikan Pelatihan Pembuatan Pakan Mandiri

Diskan Berikan Pelatihan Pembuatan Pakan Mandiri

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dalam rangka pengembangan pakan mandiri, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang memberikan pelatihan pembuatan pakan mandiri di KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo, Selasa (7/8/2018).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi ini diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari 6 (enam) kecamatan. Meliputi, Kecamatan Sumberasih, Leces, Gending, Maron, Pajarakan dan Gading.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi kebijakan Diskan terkait pengembangan pakan mandiri oleh Hari Pur Sulistiono dari Diskan Kabupaten Probolinggo, formulasi pakan mandiri oleh Arning Wilujeng Ekawati dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang serta praktek pembuatan pakan mandiri oleh Wahyudiono dari Kelompok Pemenang Lomba Inovasi Jawa Timur Bidang Agribisnis.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan pembuatan pakan mandiri di Kabupaten Probolinggo sudah dilakukan kelompok sejak tahun 2012. Yakni di Kecamatan Leces dan Maron.

“Sampai saat ini terdapat 26 kelompok budidaya lele yang telah difasilitasi mesin pellet baik dari anggaran APBN, APBD Provinsi Jawa Timur maupun APBD Kabupaten Probolinggo. Namun mesin pellet yang masih layak dan produktif sebanyak 13 kelompok, ” katanya.

Menurut Dedy, gerakan pakan mandiri ini telah terasa dampaknya dan terbukti mampu menghemat biaya operasional sebanyak 25%. Oleh karena itu semakin banyak pembudidaya yang membuat dan menggunakan pakan mandiri.

“Produksi pakan mandiri selama 3 tahun ini meningkat dengan pesat. Tahun 2015 sebanyak 32.541 Kg, tahun 2016 sebanyak 101.175 Kg, tahun 2017 sebanyak 144.062 Kg dan tahun 2018 hingga bulan Juni sebanyak 77.815 Kg, ” jelasnya.

Dedy menambahkan permasalahan pakan mandiri terletak pada kualitas pakan mandiri yang belum stabil dan keterbatasan ketersediaan bahan berkualitas dengan harga terjangkau.

“Solusi yang kami berikan dengan meningkatkan pengetahuan kelompok tentang penyusunan/pembuatan formula pakan melalui pelatihan. Disamping menyediakan gudang bahan baku di sekitar kelompok pembuat pakan mandiri,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengungkapkan produksi perikanan budidaya Kabupaten Probolinggo 5 (lima) tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2012 produksi budidaya sebesar 4.470,73 ton menjadi 10.274,83 ton. Peningkatan ini sebesar 75% berasal dari produksi budidaya payau, sedangkan produksi tawar sebesar 7%.

“Target produksi budidaya tahun 2018 adalah 10.757 ton, yang terdiri dari budidaya payau 9.928,25 ton, budidaya laut 112,4 ton. Sedangkan dari komoditas air tawar sebesar 716 ton berasal dari lele sebesar 687 ton serta nila dan gurami sebesar 29 ton,” katanya.

Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, mengingat rendahnya pendapatan pembudidaya ikan air tawar karena tingginya harga pakan, maka pada tahun 2015 Kementerian Kelautan dan Perikanan mencanangkan Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) untuk menekan biaya operasional.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pembudidaya ikan terkait pembuatan pakan mandiri yang berkualitas dan terjangkau,” pungkasnya. (wan)