Saturday, July 4, 2020
Depan > Kesehatan > Dinkes Sosialisasikan Kegiatan Emo Demo di Posyandu

Dinkes Sosialisasikan Kegiatan Emo Demo di Posyandu

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai upaya meningkatkan gizi ibu, bayi dan anak dalam rangka gerakan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) di Kabupaten Probolinggo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi Emo Demo 15 Puskesmas 2020, Kamis (16/1/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang peserta dari 15 puskesmas di Kabupaten Probolinggo, Dinkes Provinsi Jawa Timur selaku narasumber serta Dinkes Kabupaten Probolinggo. Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto.

Selama kegiatan para peserta mendapatkan materi berupa kebijakan daerah dalam mendukung gerakan 1.000 HPK dari Dinkes Kabupaten Probolinggo dan program Emo Demo dalam mendukung gerakan 1.000 HPK di Taman Posyandu dari Program Manager dan Advocacy Advisor GAIN serta kesepkatan komitmen.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Probolinggo Sutilah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan agar ada dukungan dan sinkronisasi dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk program 1000 HPK dalam rangka penurunan AKI dan AKB, kesehatan ibu hamil dan BADUTA (Bayi bawah dua tahun) serta pemberian ASI Eksklusif.

“Secara khusus kegiatan ini dimaksudkan agar ada komitmen dari 15 puskesmas untuk melaksanakan Metode Emo Demo di posyandu, ada pemahaman dari tenaga kesehatan di puskesmas tentang strategi dan alur pelaksanaan Emo Demo serta mendapatkan jadwal pelaksanaan pelatihan kader Emo Demo,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan Kabupaten Probolinggo telah melakukan upaya permasalahan bebas dari masalah gizi buruk yang mengakibatkan anak di bawah lima tahun (balita) terkena stunting.

“Menurut data RISKESDAS pravelensi stunting tahun 2013 sebesar 49,4% dan di tahun 2018 sebesar 39,9%. Artinya upaya tersebut telah berhasil di Kabupaten Probolinggo hingga dapat menurunkan pravelensi stunting sebesar 10%,” katanya.

Menurut Anang, salah satu upaya yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo adalah edukasi di masyarakat dengan metode Emo Demo untuk perubahan perilaku PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) dan ibu hamil serta menyusui (1000 HPK) yang dilaksanakan sejak triwulan akhir tahun2018. “Metode Emo Demo telah dilaksanakan di 490 posyandu bekerja sama dengan GAIN dan 238 posyandu melalui dana PAK 2019 yang mencakup 18 puskesmas,” jelasnya.

Anang menerangkan, hasil dari pelaksanaan Emo Demo sebagai sarana edukasi partisipatif di masyarakat adalah jumlah kehadiran ibu hamil dan ibu balita yang mengikuti sesi Emo Demo di 728 posyandu sampai dengan Desember 2019 sebanyak 33.785 ibu hamil dan ibu balita didukung dengan monitoring kualitatif sebanyak 315 perubahan perubahan perilaku paling bermakna telah terkumpul.

“Hal ini menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan perluasan pelaksanaan Emo Demo di 15 Puskesmas tahun 2020 dengan penganggaran APBD Kabupaten Probolinggo. Untuk itu diperlukan kegiatan sosialisasi bagi 15 puskesmas yang belum tersentuh sebagai langkah awal pelaksanaan Emo Demo di tahun 2020,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal