Sunday, April 5, 2020
Depan > Informasi Layak Anak > Dinkes Sosialisasikan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

Dinkes Sosialisasikan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam upaya mendukung gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mencegah timbulnya stunting dan kekurangan gizi lainnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) dan Center for Public Health Innovation (CPHI) memberikan sosialisasi 10 LMKM (10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui) di puskesmas dan fasilitas kesehatan (faskes), Selasa (3/3/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di Pesanggrahan Semampir Kecamatan Kraksaan ini diikuti oleh peserta dari unsur Dinkes Kabupaten Probolinggo, GAIN Provinsi Jawa Timur, GAIN Kabupaten Probolinggo, CPHI Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, pimpinan/perwakilan fasilitas kesehatan (6 rumah sakit dan 33 puskesmas) serta OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang terkait dengan program ASI/menyusui dan konvergensi stunting Kabupaten Probolinggo.

Secara resmi sosialisasi 10 LMKM ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo didampingi petugas dari GAIN Kabupaten Probolinggo (Roni Prasetya) dan CPHI Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (dr.Bu Yessi Croscita, Istiana Marfianti dan Desak Ketut Dewi Satyawati).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengatakan menyusui secara eksklusif merupakan entry point untuk mencegah stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Kabupaten Probolinggo telah memiliki kebijakan Peraturan Bupati (Perbup) Probolinggo Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Pedoman Persalinan Aman, Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Pemberian ASI Eksklusif,” katanya.

Menurut Tutug, sesuai hasil data tahun 2019 cakupan bayi dengan ASI ekslusif sebesar 61%, bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 47%, Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 180 kasus dan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 17 kasus.

“Hampir semua faskes yang ada di Kabupaten Probolinggo memiliki kebijakan/SOP mengenai ASI Eksklusif yang masih bersifat parsial dan tidak menyeluruh menjadi satu kesatuan kebijakan 10 LMKM. Hasil penilaian awal ini juga menunjukkan bahwa beberapa petugas medis juga tidak mengetahui apa itu kebijakan 10 LMKM,” terangnya.

Tutug menerangkan permasalahan lainnya adalah kurang tersedianya kesempatan bagi petugas faskes untuk mendapatkan pelatihan/penyegaran mengenai praktik dukungan ASI yang disebabkan kurangnya dana untuk melakukannya secara kontinyu. “Berbagai hambatan ini berimbas pada kurangnya komitmen petugas di faskes untuk mendukung pemberian ASI eksklusif pada ibu melahirkan,” tegasnya.

Lebih lanjut Tutug menambahkan, pelaksanaan 10 LMKM di fasilitas kesehatan merupakan salah satu strategi yang terbukti efektif untuk penurunan AKB, AKI dan BBLR. Untuk itu diperlukan peningkatan kapasitas kepada 33 puskesmas dan 6 rumah sakit untuk melaksanan 10 LMKM untuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia serta merupakan langkah strategis pencegahan stunting. “Oleh karena itu, pelaksanaan 10 LMKM menjadi strategi dalam upaya meningkatkan cakupan ASI ekslusif dan penurunan stunting,” tambahnya.

Sementara Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Probolinggo Sutilah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan melakukan sosialisasi program 10 LMKM kepada Pemerintah Daerah, Dinkes, OPD terkait dan pejabat di fasilitas kesehatan Kabupaten Probolinggo serta memberikan informasi kepada pimpinan fasilitas kesehatan terkait pelaksanaan 10 LMKM faskes yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Selain itu, memberikan informasi kepada pengambil keputusan di tingkat Kabupaten Probolinggo terkait manfaat pelaksanaan program 10 LMKM dengan peningkatan cakupan pemberian ASI Ekslusif dan penurunan stunting,” ungkapnya.

Sutilah menjelaskan kegiatan ini bisa menjadi media bagi GAIN dan Tim CPHI untuk memaparkan kegiatan 10 LMKM secara rinci menyangkut tujuan, output yang akan dicapai serta manfaat yang akan diterima peserta faskes dan Kabupaten Probolinggo dalam jangka panjang.

“Dalam pertemuan ini juga dipaparkan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan selama periode program 10 LMKM mulai Desember 2019 hingga Nopember 2020. Akan dibahas pula mengenai permasalahan menyusui dan hasil penilaian awal 10 LMKM di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal