Tuesday, October 22, 2019
Depan > Kesehatan > Dinkes Gelar Surveillance TBC

Dinkes Gelar Surveillance TBC

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Rabu (3/7/2019) menggelar Surveillance Strengthening At Distric Level atau TBC. Kegiatan ini didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2019.

Sasaran peserta surveillans TB adalah pengelola program TB yang belum melakukan evaluasi pada pencatatan pengobatan pasien TB melalui SITT. Terdiri dari 33 puskesmas dan 3 rumah sakit di Kabupaten Probolinggo.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Veronica mengungkapkan secara umum kegiatan ini bertujuan agar diperoleh data yang valid dalam sistem informasi Tuberkulosis terpadu difasilitas kesehatan dalam pelayanan penatalaksanaan kasus TB oleh SDM yang berkompeten.

“Setidaknya nantinya diperoleh data TB yang valid di Kabupaten Probolinggo dan evaluasi pencatatan sistem informasi Tuberkulosis terpadu di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Liliek Ekowati mengatakan Tuberkulosis (TB) saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia yang telah berkembang sejak tahun 1995.

“WHO melaporkan bahwa di tingkat global terdapat sekitar 9,6 juta kasus TB baru dengan 3,2 juta kasus diantaranya adalah perempuan pada tahun 2015. Sebanyak 1,5 juta kematian terjadi karena TB, dimana 480.000 kasus adalah perempuan,” katanya.

Menurut Liliek, dari kasus TB tersebut ditemukan 1,1 juta (12%) HIV positif dengan kematian 320.000 orang (140.000 orang adalah perempuan) dan 480.000 TB Resistan Obat (TB-RO) dengan kematian 190.000 orang. “Dari 9,6 juta kasus TB baru, diperkirakan 1 juta kasus TB anak (dibawah usia 15 tahun) dan 140.000 kematian/tahun,” pungkasnya. (dra)