Thursday, November 26, 2020
Depan > Kesehatan > Dinkes Gelar Pertemuan Pra Penyusunan RKA BOK Puskesmas

Dinkes Gelar Pertemuan Pra Penyusunan RKA BOK Puskesmas

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan pra penyusunan RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas, Senin (25/11/2019). Hal ini dilakukan sebagai upaya agar sumberdana yang digunakan oleh puskesmas bisa efektif, efisien dan akuntabel sesuai dengan harapan bersama.

Secara umum, kegiatan ini bertujuan agar tercipta adanya sinergitas antara program nasional, kabupaten dan puskesmas dalam perencanaan tahun angggaran 2020. Secara khusus, tersosialisasinya kebijakan Bantuan Operasional Kesehatan tahun anggaran 2020 sehingga peserta melakukan persiapan untuk melakukan desk RKA 2020.

Sasaran kegiatan ini sebanyak 99 orang peserta terdiri dari kepala puskesmas, bendahara BOK dan admin dari 33 puskesmas se-Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Kasubag Perencanaan serta Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo dengan materi dukungan kegiatan BOK 2020 dan perencanaan RKA 2020.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Sri Rusminah mengatakan Bantuan Operasional Kesehatan adalah salah satu program unggulan Kementrian Kesehatan dan merupakan upaya pemerintah untuk membantu daerah dalam mencapai target nasional bidang kesehatan yang menjadi kewenangan wajib daerah.

“Akan tetapi tidak semua kabupaten/kota mempunyai kecukupan anggaran atau kepedulian untuk membiayai pembangunan kesehatan, khususnya di puskesmas. Padahal peran puskesmas sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam upaya kesehatan di masyarakat, terutama upaya promotif dan preventif,” katanya.

Menurut Sri Rusminah, ada beberapa fungsi puskesmas yang perlu terus ditingkatkan. Yakni, pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer. “Saat ini terjadi kecenderungan puskesmas kurang melakukan upaya promotif dan preventif secara aktif ke masyarakat. Padahal banyak masalah kesehatan yang dapat dicegah bila fungsi puskesmas berjalan sebagaimana yang diharapkan,” jelasnya.

Sri Rusminah menerangkan, puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinkes kabupaten/kota yang bertanggungjawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal.

“Dengan demikian puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama,” terangnya.

Dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan, puskesmas harus menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu yaitu azas pertanggungjawaban wilayah, pemberdayaan masyarakat, keterpaduan dan rujukan agar upaya kesehatan terselenggara secara optimal dan puskesmas dapat menghasilkan luaran yang efektif dan efisien puskesmas harus melaksanakan manajemen dengan baik.

“Manajemen puskesmas yang baik terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban seluruh kegiatan secara keterkaitan dan berkesinambungan. Perencanaan tingkat puskesmas disusun untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada di wilayah kerjanya, baik upaya kesehatan wajib, upaya kesehatan pengembangan maupun upaya kesehatan penunjang,” tambahnya. (wan)

cww trust seal