Tuesday, September 29, 2020
Depan > Kesehatan > Dinkes Gelar Orientasi Pendampingan Poskestren

Dinkes Gelar Orientasi Pendampingan Poskestren

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Kabupaten Probolinggo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar orientasi pendampingan poskestren, Senin dan Selasa (14-15/9/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan Dinkes Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari pengasuh pondok pesantren 10 orang, kader Santri Husada 10 orang, pendamping Ormas 10 orang, tenaga kesehatan desa/kelurahan 5 orang serta puskesmas (Promkes, UKS dan Kesling) 15 orang.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi konsep dasar dan kebijakan Poskestren, peran ormas dalam mewujudkan pondok pesantren bersih dan sehat, kesehatan lingkungan ponpes, kesehatan remaja, penyakit yang banyak terjadi di ponpes, SMD (telaah kemandirian, fisik, perorangan, PHBS), MMPP serta pencatatan dan pelaporan oleh narasumber dari Dinkes Kabupaten Probolinggo dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Sri Rusminah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsep dasar Poskestren, meningkatkan pengetahuan tentang peran Ormas dalam mewujudkan pondok pesantren bersih dan sehat serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khususnya Kader Santri Husada tentang gizi santri dan cara menentukan status gizi.

“Selain itu, meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan tentang cara melakukan survey PHBS, SMD dan MMPP, meningkatkan pengetahuan peserta tentang pentingnya kesehatan lingkungan di Pondok Pesantren serta meningkatkan pengetahuan tentang penyakit-penyakit yang sering terjadi di pondok pesantren,” ungkapnya.

Menurut Sri Rusminah, pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan telah diakui oleh semua pihak pihak. Peran serta masyarakat baik perorangan maupun terorganisasi telah terbukti mempercepat keberhasilan pembangunan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya dapat dicapai.

“Peran serta masyarakat secara terorganisasi salah satunya adalah dengan mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM). Pondok pesantren sebagai institusi keagamaan yang cukup besar sangat strategis membentuk UKBM di lingkungannya Poskestren. UKBM tersebut didalam melaksanakan kegiatannya lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitative,” jelasnya.

Sri Rusminah menerangkan dari hasil laporan puskemas tahun 2020, Kabupaten Probolinggo memiliki 148 pondok pesantren dengan jumlah santri sebanyak 26.288 orang. Jumlah pondok pesantren yang ada dan sudah membentuk Poskestren sebanyak 29 pondok pesantren (20%).

“Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Poskestren yang terbentuk masih di bawah 50% dengan strata Pratama masih di atas 50%. Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas maka perlu dilakukan pendampingan Poskestren yang dilakukan oleh anggota Organisasi Kemasyarakatan,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal