Monday, August 10, 2020
Depan > Kesehatan > Dinkes Bina Pekerja Beresiko Terpapar Pestisida dan Uji Kolinestrase

Dinkes Bina Pekerja Beresiko Terpapar Pestisida dan Uji Kolinestrase

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat serta mencegah terjadinya dampak paparan pestisida pada pekerja, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan pekerja beresiko terpapar pestisida dan uji kolinestrase, Senin hingga Rabu (25-27/3/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 90 orang peserta yang dilaksanakan di Puskesmas Krucil, Wonomerto dan Besuk. Dimana masing-masing lokasi diikuti oleh 30 orang. Sebagai narasumber hadir dari Dinkes Kabupaten Probolinggo dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Sumaryanto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pentingnya upaya kesehatan kerja.

“Selain itu, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya pestisida, meningkatkan upaya pencegahan terhadap dampak pestisida serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya kesehatan kerja,” katanya.

Menurut Yanto, masyarakat di Kabupaten Probolinggo sebagian bermata pencaharian sebagai petani. Dalam upaya meningkatkan mutu dan produktivitas hasil pertanian, penggunaan pestisida untuk membasmi hama tanaman sering tidak terhindarkan. Pestisida adalah bahan racun yang dapat bermanfaat apabila cara penggunaannya dilakukan secara tepat dan benar.

“Namun penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama tanaman dapat juga berisiko pada gangguan kesehatan manusia yang diakibatkan oleh pengelolaan pestisida yang kurang tepat dalam bentuk keracunan kronik/akut. Pada dosis tertentu penumpukan pestisida di dalam tubuh sangat berbahaya bagi kesehatan sebab bahan kimia penyusun pestisida adalah racun,” jelasnya.

Yanto menerangkan pada dasarnya setiap bahan aktif yang terkandung dalam pestisida menimbulkan gejala keracunan yang berbeda-beda. Gejala keracunan (keluhan subjektif) dari golongan organofosfat dan karbamat antara lain timbul gerakan otot tertentu, penglihatan kabur, mata berair, mulut berbusa, banyak keringat, air liur banyak keluar, mual, pusing, kejang-kejang, muntah-muntah, detak jantung cepat, mencret, sesak nafas, otot tidak bisa digerakan dan akhirnya pingsan.

“Salah satu parameter terjadinya keracunan pestisida pada tubuh manusia adalah menurunnya aktivitas enzim kolinesterase. Enzim kolinesterase sangat penting terutama untuk kerja sistem saraf. Tinggi rendahnya aktivitas enzim kolinesterase menjadi indikator berat tidaknya tingkat keracunan yang berhubungan dengan tingkat penghambatan kholinesterase dalam darah. Hal tersebut dapat terjadi pada orang yang aktifitasnya berhubungan langsung dengan pestisida,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal