Saturday, November 23, 2019
Depan > Kesehatan > Dinkes Berikan Penguatan 1000 HPK pada Muslimat

Dinkes Berikan Penguatan 1000 HPK pada Muslimat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam mendukung menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan penguatan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) pada Muslimat NU di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (23/4/2019).

Penguatan 1000 HPK Muslimat NU ini diikuti oleh 150 orang peserta terdiri dari anggota Muslimat NU mulai dari tingkat Kabupaten dan Ranting se-Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang kebijakan pelaksanaan 1000 HPK dari Dinkes, peran Muslimat NU dalam mendukung kegiatan 1000 HPK dari Muslimat NU serta penguatan kesehatan ibu hamil dan ibu melahirkan dari dokter spesialis kebidanan.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Sutilah mengatakan pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri agar pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.

“Dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan diselenggarakan berdasarkan asas perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian serta adil dan merata dengan mengutamakan aspek manfaat utamanya bagi kelompok rentan seperti ibu, bayi, anak, usia lanjut dan keluarga tidak mampu,” katanya.

Sutilah menerangkan saat ini kondisi angka stunting di Kabupaten Probolinggo sebesar 17,3 % hasil dari data surveilans gizi melalui E-PPGBM tahun 2018. Hal ini menuntut kebijakan intervensi pada bumil baik melalui aspek spesifik maupun aspek sensitive. “Masalah gizi yang banyak dialami kelompok ibu hamil yaitu Kurang Energi Kronis (KEK),” jelasnya.

Lebih lanjut Sutilah menjelaskan, menurut data laporan gizi tahun 2017, jumlah persentase bumil KEK sebesar 8 %, dan pada tahun 2018 sebesar 11,6 %. Terdapat kecederungan meningkat pada angka persentase ibu hamil KEK. Kondisi kekurangan gizi pada ibu hamil ini akan berdampak terhadap pertumbuhan janin yang dikandung dan perkembangan intelektual anak yang dilahirkan.

“Pada anak yang kekurangan gizi saat usia baduta akan tumbuh pendek dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak yang berpengaruh pada rendahnya tingkat kecerdasan, karena tumbuh kembang otak terjadi saat dalam kandungan sampai usia 2 tahun yang dikatakan 1000 hari pertama kehidupan,” tegasnya.

Di sisi lain kondisi di Kabupaten Probolinggo dalam 6 (enam) tahun terakhir mulai 2013 hingga 2018, kematian ibu cenderung mengalami penurunan berturut turut sebagai berikut 15, 24, 26, 20, 14 dan 12 kematian ibu. Sedangkan kematian bayi mengalami kenaikan sebagai berikut 201, 235, 242, 223, 190 dan 242.

“Turunnya angka stunting, angka kematian ibu dan angka kematian bayi dapat dicapai melalui dukungan dari lintas program, lintas sektor dengan melibatkan seluruh stakeholder dan mitra terkait baik di lingkungan pemenrintah maupun swasta, sehingga kegiatan penguatan 1000 hari pertama kehidupan bagi Musimat sangat dibutuhkan di Kabupaten Probolinggo. Karena Muslimat tempat tinggalnya lebih dekat dengan ibu hamil dan mempunyai kegiatan rutin di masyarakat sehingga akan lebilh mudah melakukan edukasi di masyarakat,” tegasnya.

Menurut Sutilah, kegiatan ini bertujuan agar ibu hamil selamat dan bayi sehat. “Setidaknya dengan kegiatan ini anggota Muslimat memahami tentang 1000 HPK, mampu memberikan edukasi pada masyarakat tentang 1000 HPK serta adanya kerja sama antara petugas dan Muslimat di lapangan,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal