Wednesday, August 21, 2019
Depan > Kesehatan > Dinkes Berikan Pelatihan Kesehatan Jiwa

Dinkes Berikan Pelatihan Kesehatan Jiwa

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO –
Dinas Kesehatan (Dinkes) Probolinggo memberikan pelatihan kesehatan jiwa Intermediate Course Community Mental Health Nurse (IC-CMHN) di ruang pertemuan PKK Kabupaten Probolinggo, Rabu hingga Sabtu (24-27/4/2019).

Pelatihan program kesehatan jiwa ini diikuti 30 orang Pengelola Program Kesehatan Jiwa dari 33 Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber berasal dari Tim IPKJI, Tim TPKJM dan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

Selain mendapatkan materi dari beberapa narasumber, para peserta pelatihan kesehatan jiwa dari 33 puskesmas se-Kabupaten Probolinggo ini juga melakukan praktek langsung di Pulau Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih.

Kasi Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Probolinggo Wiwik Yuliati mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan petugas dalam penanganan pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

“Selain itu, menurunkan angka kekambuhan dengan pendekatan komprehensif di keluarga, mampu menganalisa situasi kesehatan jiwa masyarakat di wilayah kerjanya, mampu membuat strategi prioritas kesehatan jiwa di wilayah kerjanya serta mampu melakukan monitoring dan evaluasi secara masif pada implementasi program kesehatan jiwa di wilayah kerjanya,” ungkapnya.

Menurut Wiwik, sehat adalah keadaan sejahtera, fisik mental dan sosial dan tidak sekedar terbebas dari keadaan cacat dan kematian. Definisi sehat ini berlaku bagi perorangan maupun penduduk (masyarakat). Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor yang saling berinteraksi yaitu, lingkungan, perilaku, keturunan dan pelayanan kesehatan.

“Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi mental sejahtera yang memungkinkan hidup harmonis dan produktif sebagai bagian yang utuh dari kualitas hidup seseorang dengan memperhatikan semua segi kehidupan manusia dengan ciri menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya, mampu menghadapi tekanan hidup yang wajar, mampu bekerja produktif dan memenuhi kehidupan hidupnya, dapat berperan serta dalam lingkungan hidup, menerima dengan baik apa yang ada pada dirinya merasa nyaman bersama orang lain,” terangnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dr. Liliek Ekowati mengatakan ansietas merupakan salah satu kondisi yang sering luput dari perhatian perawat di puskesmas maupun di masyarakat. Pasien sering datang ke puskesmas dengan keluhan fisik yang berulang dan menyatakan tanpa ada perbaikan. Di masyarakat, individu dengan masalah fisik kronis juga sering ditemui mengalami ansietas.

“Ansietas adalah perasaan was-was, khawatir atau tidak nyaman seakan-akan terjadi sesuatu yang dirasakan sebagai ancaman. Jika kondisi ansietas tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu aktivitas pasien sehari-hari. Oleh karena asuhan keperawatan ansietas perlu diketahui oleh perawat puskesmas agar dapat membantu pasien dan keluarga mengatasi ansietas,” katanya.

Liliek menerangkan, di wilayah Kabupaten Probolinggo sampai saat ini penderita ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) mencapai 1.654 orang dengan jumlah yang masih terpasung sebanyak 27 orang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo.

“Dengan latar belakang tersebut, perlu adanya upaya pencegahan dan penanggulangan permasalahan kesehatan jiwa di masyarakat dengan persiapan dan langkah-langkah yang tepat,” pungkasnya. (wan)