Monday, November 23, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Diduga Tak Berijin, Satpol PP Tutup Dua Toko Modern

Diduga Tak Berijin, Satpol PP Tutup Dua Toko Modern

Reporter : Syamsul Akbar
TONGAS – Team Reaksi Cepat (TRC) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo menutup 2 (dua) toko modern (Alfamart) yang ada di Kecamatan Tongas karena diduga tidak memiliki ijin yang lengkap, Senin (11/3/2019).

Penutupan dua toko modern tersebut dilaksanakan dalam kegiatan monitoring perijinan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tongas. Dalam kegiatan yang dipimpin oleh Kasi Opsdal Mashudi dan Koordinator TRC Nurul Arifin ini, Satpol PP Kabupaten Probolinggo menurunkan sedikitnya 11 personilnya.

Kegiatan monitoring perijinan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja, Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Perijinan Tertentu, Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 6 Tahun 2005 Tentang IMB, Surat Tugas (ST) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Probolinggo serta SOP Tentang Ketentramam dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Probolinggo

Dua toko modern yang ditutup tersebut adalah Alfamart Y 17 di Desa Tambakrejo Kecamatan Tongas dan Alfamart Y 321 di Desa Tongas Wetan Kecamatan Tongas. Kedua toko modern ini belum bisa menunjukkan berkas perijinan kepada petugas sehingga dilakukan penutupan sementara bangunan/tempat usahanya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan kedua toko modern ini dilakukan penutupan karena melanggar Perda (Peraturan Daerah) Tentang Perijinan Toko Modern.

“Kegiatan ini kami lakukan agar para pengusaha mematuhi peraturan yang berlaku. Pada prinsipnya kami tidak menghalangi investor di Kabupaten Probolinggo asal melalukan prosedur yang benar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, personil Satpol PP melakukan pemeriksaan berkas-berkas perijinan dan penandatanganan BAP (berita acara pemeriksaan) perijinan oleh karyawan Alfamart. Selanjutnya dilakukan penutupan sementara bangunan/usaha. Serta dilakukan pemanggilan secara dinas manajemen Alfamart ke mako besar Satpol PP Kabupaten Probolinggo untuk dapatnya menunjukkan berkas perijinan.

“Anggota kami juga memberikan sosialisasi kepada pemilik pengusaha tentang pembuatan perijinan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Probolinggo. Semua itu dilakukan oleh anggota tim dengan sikap humanis yang membuat pengusaha untuk mempermudah masalah perijinan dan tetap harus mematuhi peraturan daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal