Tuesday, October 22, 2019
Depan > Informasi Layak Anak > Desa Alasnyiur Berikan Penyuluhan Pendidikan Puspaga

Desa Alasnyiur Berikan Penyuluhan Pendidikan Puspaga

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Pemerintah Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk memberikan penyuluhan pendidikan Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga), Selasa (24/9/2019). Puspaga merupakan one stop service atau layanan satu pintu keluarga berbasis hak anak untuk memberikan solusi atau jalan keluar bagi orang tua, anak dan keluarga dalam menghadapi permasalahan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk ini diikuti oleh 50 orang dari kader, perangkat desa, guru Pos PAUD, PKK dan lain sebagainya di Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk.

Puspaga ini merupakan program dan penganggarannya dilakukan melalui Desa Desa (DD). Hal ini tertuang dalam APBDesa tahun 2019 dan telah dirumuskan bersama dalam Musdes (Musyawarah Desa) tahun 2018 dengan memperhatikan masukan Penilik dan pemangku kepentingan lainya, skala prioritas, pemberdayaan kader dan masyarakat.

Kepala Desa Alasnyiur Hasan Basri menyampaikan bahwa sebagai kepala desa pihaknya akan terus memacu semangat membangun desa berkelanjutan dengan mengoptimalkan seluruh potensi SDM, aset desa, lembaga mitra dan lainnya.

“Program pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat remaja pemuda, peningkatan kompetensi kader-kader desa terus kami agendakan setiap tahun agar semakin tampak perubahan ke arah lebih maju. Alhamdulillah, selama 4 tahun sebagai kepala desa sudah banyak prestasi yang diperoleh Desa Alasnyiur,” katanya.

Tidak lupa Hasan Basri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Penilik Diktara Kecamatan Besuk yang selalu memberi support kepada Desa Alasnyiur. “Awalnya kami agak pesimis Pos PAUD berjalan, tapi sekarang ternyata keberadaan Pos PAUD sangat happy dan ceria bahkan peserta didiknya lebih dari 40 anak,” tegasnya.

Sementara Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo mengatakan tipe keluarga berkarakter terbagi dalam keluarga tipe pasar, tipe masjid, tipe rumah sakit, tipe sekolahan dan lain sebagainya.

“Keluarga adalah madrasah atau sekolah pertama bagi putra-putrinya sebelum diserahkan ke lembaga pendidikan. Ayah dan ibu tentulah menjadi bapak ibu guru yang digugu dan ditiru di lingkungan keluarganya,” ungkapnya.

Menurut Massajo, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 30 tahun 2017 sudah sangat jelas tentang pelibatan orang tua dalam program pendidikan di sekolah, mulai dari kelas orang tua, guru inspirasi dan lain sebagainya.

“Anak hebat lahir dari orang tua hebat dan keluarga hebat. Pendidikan karakter dalam keluarga sebagai pondasi dalam penguatan dan pembinaan karakter ditahap selanjutnya,” terangnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo Amalia Etiq Primahayu memberikan apresiasi tersendiri kepada Kepala Desa Alasnyiur dengan program yang ada yang bisa menindaklanjuti kegiatan sebelumnya pada penilaian Kampung KB tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Dimana Puspaga tingkat desa sudah ada yang dikaitkan dengan Pokja 1 Tim Penggerak PKK Desa minimal berani melakukan terobosan secara nyata dari sisi pembinaan atau pembangunan SDM tidak hanya pembangunan fisik infrastruktur semata,” katanya. (wan)