Thursday, August 6, 2020
Depan > Pemerintahan > Dengarkan Pidato Presiden Tentang RAPBN dan Nota Keuangan 2020

Dengarkan Pidato Presiden Tentang RAPBN dan Nota Keuangan 2020

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – DPRD Kabupaten Probolinggo kembali menggelar rapat paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan pidato Presiden RI Ir Joko Widodo dalam penyampaian pidato Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan Nota Keuangan 2020, Jum’at (16/8/2019) sore. Pidato itu dipaparkan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun 2019-2020.

Rapat paripurna istimewa yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurahman ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Musayyib Nahrawi dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. Dari pihak eksekutif hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Serta Forkopimda, pimpinan instansi vertikal dan BUMN/BUMD di Kabupaten Probolinggo.

Sama halnya saat mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI, dalam rapat paripurna istimewa tersebut para pejabat eksekutif dan legislatif ini menyaksikan pidato Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo menggunakan media saluran televisi yang dipancarkan menggunakan media proyektor.

Dalam pidatonya, Presiden RI Ir Joko Widodo menyampaikan pada tahun 2020, Pemerintah akan menempuh tiga strategi kebijakan fiskal meliputi memobilisasi pendapatan dengan tetap menjaga iklim investasi, meningkatkan kualitas belanja agar lebih efektif dalam mendukung program prioritas serta mencari sumber pembiayaan secara hati-hati dan efisien melalui penguatan peran kuasi fiskal.

Sejalan dengan hal tersebut, kebijakan RAPBN tahun 2020 dirancang ekspansif, namun tetap terarah dan terukur. Ini sebagai wujud dari komitmen Pemerintah, untuk membuat APBN lebih fokus dalam mendukung kegiatan prioritas, dengan tetap menjaga agar risikonya berada dalam batas aman.

Sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama. Pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil dan sejahtera. Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi. Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population. Keempat, penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global. (wan)

cww trust seal