Tuesday, February 25, 2020
Depan > Kesehatan > Ciptakan Masyarakat Sehat, Antisipasi Infeksi Virus Corona

Ciptakan Masyarakat Sehat, Antisipasi Infeksi Virus Corona

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka menciptakan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang sehat dan pencegahan masuknya infeksi Corona Virus (n-CoV), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan sejumlah upaya dan antisipasti kesiapsiagaan menghadapi infeksi virus tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Probolinggo adalah dengan melakukan koordinasi lintas sektor di Kabupaten Probolinggo. Hal itu dimaksudkan sebagai cara menyiapkan diri dan antisipasi apabila ada pasien dengan ciri-ciri penyakit mematikan yang berasal dari Wuhan, China ini.

Selain itu juga melakukan penjemputan mahasiswa asal Kabupaten Probolinggo yang pulang dari China di Stasiun Gubeng Surabaya. Selanjutnya mahasiswa ini langsung dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter dan surveilans rumah sakit.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan Novel Corona Virus adalah virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Virus ini berasal dari Cina dan merupakan satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS.

“Gejala klinis dari virus Corona ini diantaranya demam, batuk pilek, gangguan pernafasan, sakit tenggorokan serta letih dan lesu. Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat setiap hari untuk mencegah penularan virus tersebut,” katanya.

Menurut Anang, upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari virus Corona diantaranya rajin Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), gunakan masker apabila sedang batuk atau pilek, konsumsi gizi seimbang serta perbanyak makan sayur dan buah, hati-hati apabila kontak dengan hewan, rajin olahraga dan istirahat yang cukup, jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak serta bila batuk, pilek dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan.

“Sebagai bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi infeksi n-CoV ini, saya meminta agar rumah sakit dan puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo untuk segera melakukan deteksi dini dan respon wilayah,” jelasnya.

Anang menerangkan komunikasi resiko dan pemberdayaan masyarakat diperlukan sebagai sistem komunikasi resiko, koordinasi internal dan kemitraan, komunikasi publik, mengatasi ketidakpastian persepsi dan manajemen informasi yang salah serta media promosi kesehatan.

“Kegiatan koordinasi ditujukan dengan cara sosialisasi, sekaligus merencanakan kegiatan pencegahan agar masyarakat Kabupaten Probolinggo tidak terjangkit virus Corona yang melibatkan semua pihak di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal