Thursday, November 21, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Car Free Day, Sarana Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Car Free Day, Sarana Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai upaya peningkatan perekonomian dan pemberdayaan IKM, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar car free day di sepanjang Jl. Imam Bonjol Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/9/2019) pagi.

Kegiatan car free day kali ini dimeriahkan dengan senam zumba dan dilanjutkan dengan jalan sehat bersama dengan start dan finish di Jl. Imam Bonjol Kraksaan, tepatnya di depan SMAN 1 Kraksaan. Ribuan masyarakat turut serta memeriahkan launching car free day di Kabupaten Probolinggo tersebut.

Dalam kegiatan car free day kali ini juga disediakan 120 stand yang diisi oleh IKM se-Kabupaten Probolinggo, Paguyuban Kuliner Kota Kraksaan, HIPMI Kabupaten Probolinggo, Pelaku Usaha Kopi di Kabupaten Probolinggo, Karang Taruna Kabupaten Probolinggo, Paguyuban PKL Semarak Kota Kraksaan serta Kuliner dan Karang Taruna Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi suaminya yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo, Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan Gatot Ardian Agustriono, Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan Ketua Sementara DPRD Kabupaten Probolinggo Sumarmi Rasit.

Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) serta Forkopimka Kraksaan. Tidak ketinggalan pula sejumlah organisasi wanita yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengungkapkan berkembangnya IKM di Kabupaten Probolinggo memaksa Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo untuk terus mendukung IKM agar dapat melakukan kegiatan ekonomi secara terus menerus dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan car free day ini kami mengajak para pelaku usaha dan juga IKM di Kabupaten Probolinggo untuk rajin mempromosikan produk mereka kepada masyarakat sehingga nantinya masyarakat akan lebih mencintai produknya sendiri dibandingkan dengan produk dari luar daerah. Selain itu juga diharapkan agar mampu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Menurut Mahbub, menjamurnya IKM di Kabupaten Probolinggo memaksa Pemkab Probolinggo untuk memberikan ruang bagi para pelaku IKM untuk terus berproduksi dan melakukan kegiatan perekonomian secara rutin dan berkelanjutan sehingga nantinya mampu untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Probolinggo melalui car free day.

“Berkumpulnya masyarakat Kabupaten Probolinggo pada umumnya dan masyarakat Kota Kraksaan pada khususnya di tempat ini sekaligus diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat akan produk-produk IKM Kabupaten Probolinggo serta sebagai wadah bagi para pelaku usaha untuk melakukan transaksi jual beli,” jelasnya.

Mahbub mengharapkan kegiatan car free day ini bisa berlangsung secara terus menerus dan berkelanjutan agar para IKM dan pelaku usaha di Kabupaten Probolinggo ini bisa memamerkan produknya kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Nantinya diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat yang mencintai produk dalam negeri dan mampu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengaku sangat bersyukur karena car free day untuk yang pertama kalinya bisa digelar bersama dengan masyarakat Kraksaan. Sebetulnya car free day ini dorongan dari Pemerintah Daerah sekaligus fasilitasi bagi masyarakat untuk berkegiatan positif didalamnya, yang menurut rencana akan digelar setiap bulan sampai dengan Desember 2019.

“Selanjutnya harapannya setelah itu masyarakat dan komunitas apapun yang berkaitan dengan UKM, olahraga maupun lain sebagainya bisa berkontribusi dan mengisi keramaian. Sekaligus memanfaatkan keramaian ini menjadi ajang untuk berkampanye dan melakukan aktivitas apapun yang positif termasuk di dalamnya hari ini banyak sekali selain UKM bisa bertransaksi dan berolahraga,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, tentunya semua kegiatan ini butuh evaluasi dan dipagelaran selanjutnya akan ada terus evaluasi sehingga harapannya car free day ini tidak hanya positif bagi masyarakat tetapi juga ada value yang harus didapat oleh masyarakat berkaitan dengan gaya hidup yang lebih sehat dan aktivitas yang lebih positif.

“Rencananya utk sementara akan kita gelar dalam satu bulan sekali. Itu pun nanti akan terus dievaluasi bagaimana selanjutnya. Jadi car free day pertama sebagai pembuka dan mengenalkan kepada masyarakat. Nantinya secara perlahan, Pemerintah Daerah akan melepaskan car free day agar supaya juga mendorong masyarakat untuk berkreasi,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri menegaskan, car free day ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk membangun kedekatan dengan anggota keluarga dan masyarakat. Biasanya selama sepekan sibuk beraktivitas di kantor, ini menjadi ajang untuk merekatkan keluarga dan mengajak anak-anaknya jalan santai.

“Saya lihat ada bapaknya mendorong kereta bayi dan ada yang menggendong anaknya. Tadi juga ada warga masyarakat didorong mungkin oleh suami atau anaknya. Seperti ini yang namanya secara garis besar car free day dapat berjalan dengan sukses dan antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal