Tuesday, September 29, 2020
Depan > Informasi Layak Anak > Bupati Tantri Paparkan Inovasi Pendidikan Bela Sang Raja pada Tim Juri Kovablik Jatim

Bupati Tantri Paparkan Inovasi Pendidikan Bela Sang Raja pada Tim Juri Kovablik Jatim

Reporter : Mujiono
PROBOLINGGO – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko melakukan pemaparan inovasi pendidikan berupa Pembelajaran Kelas Rangkap, Masyarakat Sejahtera (Bela Sang Raja) kepada tim juri Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Provinsi Jawa Timur, Rabu (26/8/2020) sore di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo

Pemaparan pada tim juri Kovablik Jawa Timur yang digelar oleh Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Timur ini dilaksanakan melalui video conference (vidcon). Turut mendampingi Bupati Tantri, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Probolinggo Anna Maria DS dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi.

Dalam bidang pendidikan, Bela Sang Raja di Kabupaten Probolinggo merupakan inovasi yang siap mengikuti Kovablik Provinsi Jawa Timur. Pembelajaran kelas rangkap dalam pengertiannya adalah ketika guru mengajar lebih dari satu tingkatan kelas pada saat yang sama di kelas yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tantri didampingi Wabup Timbul memaparkan secara gamblang tentang program inovasi pendidikan di Kabupaten Probolinggo berupa Bela Sang Raja kepada tim juri melalui vidcon.

Tim juri Kovablik Jatim ini melibatkan beberapa orang anggotanya yang di koordinatori oleh Prof. DR. H. Jusuf Irianto menerima paparan yang telah disampaikan Bupati Tantri. Para juri memberikan respon yang baik terhadap program inovasi pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menerangkan inovasi pendidikan Kabupaten Probolinggo berupa Pembelajaran Kelas Rangkap, Masyarakat Sejahtera (Bela Sang Raja) dalam misinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan yakni melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan menurunkan angka kemiskinan.

“Dengan strateginya adalah peningkatan kualitas pendidikan melalui optimalisasi program koordinatif Nawa Hati dan penyelenggaraan, layanan serta penatakelolaan pendidikan yang berkelanjutan. Dukungan kebijakan, guru kompeten, infrastruktur (sarpras pendidikan dan infrastruktur pendukung lainnya) dan proses pembelajaran dapat meningkatkan mutu pendidikan,” katanya. (y0n)

cww trust seal