Tuesday, October 27, 2020
Depan > Kesehatan > Bupati Tantri Pantau Alat Pendeteksi Virus Corona

Bupati Tantri Pantau Alat Pendeteksi Virus Corona

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE memantau alat pendeteksi virus Corona dan melaunching (rilis) lokasi TCM (Tes Cepat Molekuler) dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Minggu (10/5/2020) siang.

Peresmian ini ditandai dengan pemantauan alat pendeteksi virus Corona tersebut di dalam ruang laboratorium di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Dimana sebelum kasus Corona Virus Disease (COVID-19), alat tersebut digunakan untuk melakukan test TBC. Namun saat ini setelah diganti cartridgenya alat tersebut berubah fungsi untuk tes laboratorium PCR.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo selaku Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto, Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Mansur, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Yulius Christian serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Heri Mulyadi.

“Melihat kondisi yang terus berkembang serta keterbatasan laboratorium yang memang berkompeten dan ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebagai laboratorium rujukan untuk proses swab Corona Virus Disease (COVID-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berinisiatif memodifikasi dan memanfaatkan TCM sebagai PCR untuk digunakan tes laboratorium swab,” kata Bupati Tantri.

Menurut Bupati Tantri, saat ini Pemkab Probolinggo memiliki dua infrastruktur TCM di RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan Puskesmas Sumberasih yang biasanya sebelum kasus COVID-19 diperuntukkan untuk melakukan test TBC.

“Alhamdulillah, berkat support dari Ibu Gubernur Jawa Timur kami mendapatkan cartridge. Yang mana cartridge itu menentukan dan mengubah fungsi TCM yang selama ini untuk tes TBC bisa kita upayakan dan dipergunakan untuk tes laboratorium PCR,” jelasnya.

Bupati Tantri berharap TCM ini yang akan berubah fungsi menjadi PCR bisa membackup tes laboratorium dalam sehari antara 30-40 spesimen, sehingga harapannya dengan hadirnya TCM yang diubah fungsi dan ditingkatan fungsinya menjadi PCR di Kabupaten Probolinggo mampu membantu dalam menangani kasus-kasus yang mengarah ke COVID-19 di Kabupaten Probolinggo.

“Tentu ikhtiar ini mampu meringankan beban laboratorium yang ada di Provinsi Jawa Timur yang masih berkutat di Surabaya, Malang dan sekitarnya. Minimal untuk Kabupaten Probolinggo mulai Selasa ke depan bisa kita operasikan alat itu, sehingga kita tidak perlu mengirimkan sampel laboratorium pada Provinsi Jawa Timur. Karena sudah bisa kita lakukan secara mandiri di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Oleh karena itu Bupati Tantri memohon doa dan dukungan kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo supaya hal ini bisa membantu Kabupaten Probolinggo dengan terus melihat perkembangan COVID-19 di Kabupaten Probolinggo dan Jawa Timur.

“Terima kasih kepada jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan yang nantinya akan berjibaku dan bekerja ekstra keras karena tentunya melihat pasien yang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo untuk dilakukan tes laboratorium,” terangnya.

Bupati Tantri mengharapkan agar orang-orang yang reaktif ini hasil swabnya bukan COVID-19. Tentunya semoga orang yang positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dan rumah pengawasan ini diberikan sehat wal afiat mampu melawan virusnya sehingga hilang dan diangkat penyakitnya oleh Allah SWT. (wan)

cww trust seal