Tuesday, October 27, 2020
Depan > Pemerintahan > Bupati Tantri Keluarkan Kebijakan Terkait Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Bupati Tantri Keluarkan Kebijakan Terkait Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Reporter : Hendra Trisianto
PROBOLINGGO – Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE, mengeluarkan kebijakan bagi warga Kabupaten Probolinggo yang ingin melaksanakan sholat Idul Fitri di tengah wabah COVID-19. Kebijakan tersebut disampaikan pada saat press release bersama awak media di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo, Senin (18/5/2020) siang.

Dalam pernyataanya tersebut Bupati Tantri memberikan ijin kepada takmir masjid, terutama Masjid Jami’ di seluruh kecamatan wilayah Kabupaten Probolinggo untuk melaksanakan sholat Idul Fitri, dengan catatan harus memenuhi beberapa persyaratan. Serta wajib melaksanakan disiplin protokol kesehatan dan anjuran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo.

Beberapa syarat kondisi dan protokol kesehatan yang harus dilaksanakan oleh takmir masjid dan juga sekaligus jama’ah diantaranya bahwa masjid itu berada pada dusun yang bebas PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan atau tidak berada pada dusun zona merah. Yakni dusun yang salah satu warga masyarakatnya ada yang terkonfirmasi positif virus korona.

Bupati Tantri menegaskan bahwa takmir masjid yang akan melaksanakan sholat Idul Fitri harus memastikan bahwa setiap jama’ah wajib membawa peralatan sholat sendiri, harus memakai masker dan tidak melakukan kontak fisik dengan bersalaman saat selesai pelaksanaan sholat. Selain itu takmir masjid juga harus mengatur shaf sholat dengan menjaga jarak aman 1,5 meter antara kanan-kiri, depan-belakang dengan pola zig-zag.

“Agar meminimalisir kerumunan pada saat usai sholat, tolong sediakan kantong plastik bagi setiap jama’ah untuk menyimpan masing-masing alas kakinya. Selain itu takmir masjid wajib menjaga dan mengawasi secara ketat arus kedatangan jama’ah dan pulangnya, agar tidak berpotensi terjadinya penumpukan jama’ah,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri menyampaikan bahwa materi khutbah Idul Fitri rencananya juga akan seragam dan disusun bersama Tim Gugus Tugas Kabupaten Probolinggo, harapannya agar pelaksanaan sholat tidak terlalu lama namun tidak meninggalkan esensi dari Idul Fitri dan juga bisa menyisipkan pesan kepada masyarakat terkait COVID-19.

“Memang ini adalah ekstra kerja keras terutama bagi para takmir masjid, namun kami telah menginstruksikan kepada para instansi terkait dan para camat untuk bertanggung jawab pada pelaksanaan sholat Idul Fitri ini termasuk backup personil pengamanan minimal pada masjid jamik di seluruh kecamatan,” tandasnya. (dra)

cww trust seal