Friday, October 23, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Buka Peluang Usaha Baru di Kalangan Santri Melalui Bimtek Usaha Konveksi

Buka Peluang Usaha Baru di Kalangan Santri Melalui Bimtek Usaha Konveksi

Reporter : Hendra Trisianto
PAITON – Selepas kunjungan Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI, Gati Wibawaningsih, Selasa (23/7/2019) pagi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi bersama Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, KH Abdul Hamid meninjau langsung kegiatan bimbingan teknis (bimtek) usaha konveksi.

Bimtek usaha konveksi selama 5 hari, 23-27 Juli 2019 ini diikuti oleh 30 santriwati dari lingkungan Ponpes Nurul Jadid. Agar dapat terlaksana secara efektif dan maksimal, bimtek ini menghadirkan dua orang instruktur yang kompeten dan berpengalaman dalam dunia usaha konveksi.

Adapun mesin peralatan yang diserahkan oleh Dirjen IKMA kepada Ponpes Nurul Jadid sebanyak 17 unit mesin yang terdiri dari 5 unit mesin jahit listrik high speed single needle, 2 unit high-speed double needle, 1 unit mesin obras benang 4, 1 unit mesin obras benang 5, mesin bartack 1 unit, mesin button hole 1 unit, 1 unit ironsteam dan 1 unit boiler, 1 unit cutting mesin, 1 unit mesin single needle catrel, 1 unit mesin overdect yamata , 1 unit button attaching dan 1 unit mesin jahit waistband.

KH Abdul Hamid mengemukakan unit produksi Ponpes Nurul Jadid telah sering memberikan kursus-kursus kepada para santri sesuai dengan minat dan bakatnya. Tidak itu saja, bersama para alumni pihaknya juga sudah mulai mencoba mempraktekkan pemasaran sesuai dengan resolusi industri 4.0 dengan mengacu kepada e-commerce, marketplace dan toko online/offline.

Yang terbaru, Nurul Jadid juga sedang mempersiapkan inovasi layanan delivery 24 jam untuk setiap transaksi penjualan produknya secara online. Jaringan pemasarannya sudah siap yakni pada kalangan internal lingkungan pesantren, alumni dan simpatisan Nurul Jadid.

“Adanya apresiasi dan perhatian dari pemerintah InsyaAllah akan mendorong jaringan yang sudah kami miliki untuk lebih bersemangat melahirkan entrepreneur baru sekaligus juga untuk memberdayakan masyarakat,” katanya.

“Kita harap ini bisa mendorong lebih cepat lagi bersama jaringan yang sudah kita miliki termasuk juga bersama masyarakat sekitar Ponpes Nurul Jadid untuk bisa lebih memberdayakan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu Mahbub Zunaidi menerangkan materi bimtek kewirausahaan konveksi kali ini meliputi teori kewirausahaan, pengenalan mesin dan peralatan, metode kerja mesin, pengenalan bahan material usaha Konveksi bahan baku serta bagaimana cara membuat pola, memotong pola sampai teknik produksi pakaian jadi.

“Melalui program fasilitasi ini Kementrian Perindustrian bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo ingin meningkatkan kemampuan para santri sebagai pelaku usaha industri yang handal dan berakhlak mulia. Dengan begitu akan membuka peluang tumbuhnya pelaku pelaku usaha baru di kalangan masyarakat.” pungkas Mahbub Junaidi. (dra)

cww trust seal