Monday, November 18, 2019
Depan > Kemasyarakatan > BPBD Bentuk Desa Andungbiru Sebagai Desa Tangguh Bencana

BPBD Bentuk Desa Andungbiru Sebagai Desa Tangguh Bencana

Reporter : Syamsul Akbar
TIRIS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo membentuk Desa Andungbiru Kecamatan Tiris sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kabupaten Probolinggo.

Pembentukan Destana ini diawali dengan pertemuan di kediaman Kepala Desa Andungbiru Kecamatan Tiris. Pertemuan ini dihadiri oleh Camat Tiris Abd Ghofur dan Forkopimka Tiris, Kepala Desa Andungbiru, BPD, LKD, RT/RW, perangkat desa, PKK, posyandu, karang taruna, tokoh masyarakat dan remaja masjid (remas).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan tujuan diadakannya Destana secara umum adalah mendorong terwujudnya masyarakat desa/kelurahan tangguh dalam menghadapi bencana yang lebih terarah, terencana, terpadu dan terkoordinasi.

“Serta mendorong sinergi untuk saling melengkapi dengan seluruh program yang ada/sudah ada di desa/kelurahan yang selanjutnya diharapkan agar masyarakat desa/kelurahan mampu mengantisipasi dan meminimalisasi kekuatan yang merusak (ancaman bencana) dengan cara melakukan adaptasi,” katanya.

Selain itu jelas Anggit, mampu mengelola dan menjaga stuktur dan fungsi dasar tertentu ketika terjadi bencana. Kalau terkena dampak bencana, mereka akan dengan cepat bisa membangun kehidupannya menjadi normal kembali.

“Adapun strategi program yang dilakukan adalah membangun sinergi dengan program-program pemberdayaan yang sudah dan sedang ada di desa/kelurahan serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana,” jelasnya.

Anggit menerangkan strategi untuk pelaksanaan Destana dilakukan dengan cara pelibatan seluruh lapisan masyarakat, penggunaan dan pemanfaatan sumber daya mandiri, dukungan dalam bentuk komitmen kebijakan sumber daya dan bantuan teknis, meningkatakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan potensi ancaman di wilayah desa/kelurahan tersebut.

“Selanjutnya, pengurangan kerentanan masyarakat, peningkatan kapasitas masyarakat, penerapan keseluruhan rangkaian manajemen risiko, pemaduan PRB ke dalam pembangunan demi berkelanjutan dan pengarusutamaan PRB menjiwai seluruh kegiatan di masyarakat,” tegasnya.

Menurut Anggit, prinsip yang diharapkan tercapai dalam pengembangan desa/kelurahan tangguh adalah bencana adalah urusan semua pihak, berbasis pengurangan risiko bencana, pemenuhan hak masyarakat, masyarakat menjadi pelaku utama, partisipatoris, mobilisasi sumber daya lokal, inklusif serta kemanusiaan.

“Indikator bahwa Destana dapat dikatakan berjalan dengan baik adalah terdapatnya peta ancaman bencana, peta dan analisis kerentanan masyarakat terhadap dampak bencana, peta dan penilaian kapasitas dan potensi sumber daya, draf rencana penanggulangan bencana, draf Rencana Aksi Komunitas (RAK) untuk pengurangan resiko bencana, relawan penanggulangan bencana (termasuk Forum Pengurangan Resiko Bencana), sistem peringatan dini berbasis masyarakat, rencana kontinjensi (termasuk evakuasi) serta pola ketahanan ekonomi,” tambahnya.

Desa Andungsari Kecamatan Tiris dipilih sebagai Destana dikarenakan desa tersebut beberapa kali telah terjadi bencana tanah longsor dan banjir. Saat ini sudah ada beberapa Destana di Kabupaten Probolinggo. Diantaranya, di Kecamatan Sumber ada Desa Wonokerso, Desa Sumberanom dan Desa Ledokombo serta di Kecamatan Sukapura ada Desa Ngadas. (wan)

cww trust seal