Tuesday, March 19, 2019
Depan > Pemerintahan > Bersama Warga, Aktivis Lingkungan Berhasil Mengevakuasi Primata Langka Luntung Jawa (Trachypithecus Auratus)

Bersama Warga, Aktivis Lingkungan Berhasil Mengevakuasi Primata Langka Luntung Jawa (Trachypithecus Auratus)

Reporter : Hendra Trisianto

KRAKSAAN – Aktivis lingkungan bersama warga masyarakat di sekitar kampus Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan (INZAH) Kraksaan Kabupaten Probolinggo berhasil mengamankan dan mengevakuasi seekor Lutung Jawa (Trachypithecus Auratus) berkelamin betina yang sebelumnya telah ditangkap oleh pihak kampus, kemarin Senin (04/02/2019) sore.

Sebelumnya proses penangkapan
primata langka yang statusnya dilindungi oleh negara tersebut terekam kamera ponsel dan di unggah melalui sebuah grup WhatsApp sehingga terpantau oleh salah seorang aktivis lingkungan tersebut.

Menurut keterangan security kampus, primata berbulu hitam legam dengan surai putih diwajahnya itu memang sudah sering terlihat di pepohonan sekitar kampus. “Entah kenapa hari ini dia kok berani mendekati ruang kelas, tentu saja hal ini membuat mahasiswi kami ketakutan,” terang Fajar Eko security kampus INZAH.

Nur Ahmad (36) salah satu aktivis lingkungan yang juga sebagai Suporter Profauna Indonesia memperkirakan primata endemik hutan Jawa itu merupakan peliharaan warga sekitar yang terlepas. Dirinya menyayangkan adanya warga yang mempunyai hobi memelihara satwa liar ini, apalagi satwa langka dan dilindungi.

Menurut ia, hobi memelihara satwa liar bukanlah sesuatu yang bijaksana dan tidak patut di contoh. Bagaimanapun satwa liar jenis apapun apapun memiliki peran penting di alamnya sebagai penyeimbang ekologi alam, khususnya lutung jawa yang memiliki fungsi sebagai penyebar bibit tumbuhan baru di ekosistem hutan.

“Lutung jawa ini akan kami amankan dulu dan kami hindarkan dari keramaian supaya tidak terlalu stres. Selanjutnya kami akan berkoordinasi bersama pihak BKSDA untuk upaya penanganan selanjutnya,” tutur Inung sapaan karib perangkat desa Sukomulyo ini.

Sementara itu Mamat Ruhimat, Kasi Konservasi pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa timur Wilayah VI Probolinggo mengapresiasi warga dan lembaga pendidikan atas kepeduliannya terhadap satwa liar. Oleh sebab itu pihaknya bersedia untuk menerima lutung jawa tersebut untuk penanganan selanjutnya.

Mamat menerangkan proses rehabilitasi satwa liar jenis primata bukanlah perkara mudah. Lutung Jawa tidak akan bisa survive di alam liar jika dilepas sendiri atau sebagai Individu, tetapi harus dilepas dalam sebuah kelompok.

“Artinya dibentuk koloni baru dulu, langkah terbaik adalah diserahkan ke BKSDA, untuk kemudian dikirim ke pusat rehabilitasi lutung jawa. Setelah punya kelompok maka lutung itu baru bisa dilepas liarkan,” tandasnya. (dra)