Sunday, December 15, 2019
Depan > Pendidikan > Beras Analog Karya Siswa SMAU Hafsha Genggong Harumkan Indonesia di Kancah Internasional

Beras Analog Karya Siswa SMAU Hafsha Genggong Harumkan Indonesia di Kancah Internasional

Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN
– Sebuah prestasi membanggakan kembali diraih oleh Sekolah Menengah Atas Unggulan (SMAU) Hafshawaty Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo di kancah Internasional.

Selasa (15/1/2019), SMAU Hafshawaty Zaha Genggong dinobatkan sebagai juara 1 tingkat internasional di ajang “The Second Phatthalung International Science Fair 2019 and PCCST Internasional Science Fair” yang diikuti 26 tim dari 4 negara (Thailand, Malaysia, Vietnam dan Indonesia) di Thailand.

Pembina Tim SMAU Hafsha Genggong Yenny Rahma mengaku sangat terharu atas prestasi gemilang yang dicapai anak didiknya. Bahkan dirinya tidak menyangka sebelumnya beras analog karya anak didiknya ini akan dinobatkan menjadi yang terbaik di ajang internasional tersebut.

“Perasaannya pokoknya campur aduk. Benar-benar tidak menyangka beras analog karya anak-anak SMA Unggulan Hafshawaty Genggong dinobatkan sebagai yang terbaik. Kami tidak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT,” ujarnya.

Yenny kemudian bercerita bahwa saat tersisa 5 tim terbaik di depan pentas dan hanya menyisakan tim Indonesia dan tim tuan rumah Thailand, ada seorang ibu dari tim Indonesia lainnya tiba-tiba maju dan memberikan bendera merah putih pada anak didiknya.

“Ini bendera merah putih. Kalian sudah membawa nama Indonesia, ayo pakai,” ungkap Yenny menirukan kata-kata ibu pemberi bendera merah putih tersebut.

Ternyata tidak disangka-sangka tim SMAU Hafshawaty Zaha Genggong yang tersisa dari tim Indonesia lainnya dinobatkan sebagai The Winner Award (Excellent Award) pada ajang di Thailand ini.

“Ketika panitia mengumumkan dari bronze medal award dan silver medal award, sekolah kami tidak kunjung dipanggil sehingga tersisa 5 peserta. Kelima peserta ini diminta maju ke depan. Kami tidak henti-hentinya berdoa, sampai pada titik akhir hanya sisa 2 negara. Alhamdulillah, panitia menyatakan kami sebagai yang terbaik,” ungkapnya.

Sementara Kepala SMAU Hafshawaty Zaha Genggong M. Inzah mengaku sangat bersyukur dan bangga pada anak didiknya yang terus menorehkan tinta emas di kancah internasional.

“Prestasi ini tentunya adalah barokah dari para masyayikh Genggong. Kami bisa kibarkan bendera Indonesia di Thailand. Tonggak estafet perjuangan ulama akan terus kami gerakkan. Dari santri untuk dunia,” katanya. (wan)

cww trust seal