Tuesday, February 25, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Baznas Gelar Temu Silaturahim dan Sosialisasi Pengelolaan Zakat

Baznas Gelar Temu Silaturahim dan Sosialisasi Pengelolaan Zakat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo menggelar temu silaturahim dan sosialisasi pengelolaan zakat bagi para penyuluh zakat non PNS Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Probolinggo di lantai dasar Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Rabu (12/2/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari Penyuluh Agama Kemenag Kabupaten Probolinggo dan Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Kemenag Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi zakat ditinjau dari sudut syar’i oleh Kasi Binmas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan, Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Zakat oleh Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Achmad Muzammil serta zakat dan waqaf oleh Kasi Zawa Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Moh. Sya’dhum.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo Achmad Muzammil menyampaikan bahwa selama ini penyuluh agama yang ada di bawah Kemenag Kabupaten Probolinggo belum memahami tugas pokok dan fungsinya.

“Supaya bisa memfungsikan penyuluh agama tersebut, maka kami melakukan koordinasi dengan Kemenag Kabupaten Probolinggo. Alhamdulillah, apa yang kami lakukan mendapatkan respon yang positif. Dengan demikian laporan bulanannya jelas sesuai dengan tupoksinya dan zakat sesuai dengan aturan perundang-undangan,” katanya.

Menurut Muzammil, dengan memahami regulasi tentang pengelolaan zakat, maka penyuluh agama mempunyai pegangan dan dasar untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tupoksinya.

“Ke depan nantinya juga akan dibuatkan sebuah forum diskusi sehingga mengetahui kegiatan yang ada di tiap-tiap kecamatan. Terlebih tahun lalu juga sudah dilakukan sosialisasi pengelolaan zakat tetapi masih belum maksimal, terutama dalam UPZ (Unit Pengumpul Zakat) masjid,” jelasnya.

Selama bulan suci Ramadhan jelas Muzammil, seharusnya sudah tidak ada lagi panitia pengumpulan zakat. Sebab hal itu bisa dikatakan illegal dan bertentangan dengan regulasi tentang pengelolaan zakat.

“Harusnya pengumpulan zakat di masjid itu dilakukan oleh UPZ Masjid. Kewajiban dari UPZ Masjid ini nantinya melaporkan hasil pengumpulan dan pendistribusian yang dilakukan. Hanya melaporkan saja, bukan menyerahkan hasil pengumpulannya,” terangnya.

Muzammil menerangkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pengelolaan zakat dan keterlibatan para penyuluh agama dalam memberikan penyuluhan zakat demi terbentuknya UPZ Masjid di Kabupaten Probolinggo. Sebab jika tidak demikian, maka pengelolaan zakat dan kinerja dari penyuluh agama tidak maksimal.

“Dengan terbentuknya UPZ Masjid diharapkan dapat mengurangi keraguan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Setidaknya ada payung hukumnya karena sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu, penyuluh agama harus aktif dan mampu membentuk UPZ Masjid. Serta mengajak muzakki agar mau menunaikan zakatnya,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal