Sunday, December 8, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Baznas Gelar Bimtek Pengumpulan dan Penghitungan Zakat Bagi UPZ

Baznas Gelar Bimtek Pengumpulan dan Penghitungan Zakat Bagi UPZ

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengumpulan dan penghitungan zakat serta sosialisasi Instruksi Bupati Probolinggo Nomor 01 Tahun 2019 Tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infaq dan Shodaqoh di Kabupaten Probolinggo bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo, Rabu (20/3/2019).

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Supriadi ini diikuti oleh 80 orang peserta dari unsur UPZ OPD, Kecamatan dan Korwil Pendidikan di 24 kecamatan di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Pembukaan bimtek pengumpulan dan penghitungan zakat bagi UPZ ini dihadiri oleh Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Probolinggo Didik Abdul Rohim, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil dan Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut, para UPZ ini mendapatkan beberapa materi dari narasumber yang berasal dari Baznas Kabupaten Probolinggo. Diantaranya, optimalisasi pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh, zakat ditinjau dari segi syar’i serta penghitungan zakat.

Dalam sambutannya Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Supriadi meminta kepada para UPZ ini untuk mengikuti kegiatan bimtek pengumpulan dan penghitungan zakat ini dengan seksama dan serius. “Dengan keseriusan saya yakin nantinya akan mampu mewujudkan tujuan bagaimana perolehan zakat, infaq dan shodqoh di Kabupaten Probolinggo akan ada peningkatan yang signifikan,” katanya.

Menurut Supriadi, dasar penyelenggaran kegiatan ini adalah Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat, Instruksi Presiden dan Instruksi Bupati Probolinggo Tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infaq dan Shodaqoh di Kabupaten Probolinggo.

“Dengan kegiatan ini harus ada optimalisasi keseriusan para UPZ dan Kepala OPD. Orang yang mengeluarkan zakat tidak akan pernah melarat. Para pengurus UPZ ini adalah garda terdepan berhasil atau tidaknya realisasi pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para UPZ tentang pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh di Kabupaten Probolinggo, khususnya kalangan ASN di OPD dan Kecamatan,” tegasnya.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait Instruksi Bupati Probolinggo Tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infaq dan Shodaqoh kepada ASN (Aparatur Sipil Negara) melalui UPZ.

“Dengan adanya sosialisasi ini nantinya keberadaan Instruksi Bupati tersebut tidak hanya menjadi formalitas saja, tetapi akan menjadi kenyataan dalam rangka meningkatkan perolehan zakat, infaq dan shodaqoh untuk bersama-sama mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Muzammil, dengan adanya Instruksi Bupati Probolinggo terkait Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infaq dan Shodaqoh ini maka semua ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo bisa menyalurkan kewajibannya dalam membayar zakat, infaq dan shodaqoh melalui Baznas Kabupaten Probolinggo.

“Mudah-mudahan dengan adanya Instruksi Bupati ini, realisasi perolehan pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh yang dilakukan Baznas Kabupaten Probolinggo bisa meningkat tajam,” terangnya.

Oleh karena itu Muzammil memohon dukungan dan kerja sama semua OPD yang ada di lingkungan Pemkab Probolinggo dalam hal pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh melalui Baznas Kabupaten Probolinggo.

“Setiap bulan kami harus melaporkan perolehan pengumpulan dari ASN ini kepada Bupati Probolinggo sebagai bahan evaluasi dan untuk melihat tingkat kepatuhan ASN dalam melaksanakan instruksi tersebut,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal