Sunday, October 25, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Baznas Bedah Lima Rumah Tidak Layak Huni Kaum Dhuafa Fakir

Baznas Bedah Lima Rumah Tidak Layak Huni Kaum Dhuafa Fakir

Reporter : Syamsul Akbar
PAKUNIRAN – Dalam rangka membantu masyarakat di tengah-tengah pandemi COVID-19, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Baznas Provinsi Jawa Timur melakukan bedah rumah tidak layak huni kaum dhuafa fakir di Kabupaten Probolinggo.

Untuk program bedah rumah ini nantinya akan diberikan kepada 5 (lima) orang kaum dhuafa fakir yang memang kondisi rumahnya sudah rusak parah dan tidak layak huni serta memenuhi syarat berdasarkan hasil survey yang dilakukan. Masing-masing rumah akan dibedah dengan anggaran sebesar Rp 12,5 juta. Sehingga total anggaran yang disiapkan untuk bedah rumah 5 unit tersebut sebesar Rp 62,5 juta.

“Sasaran bedah rumah ini adalah kaum dhuafa fakir yang rumahnya benar-benar sudah tidak layak. Bagaimana kalau sampai roboh jika tidak segera diperbaiki. Tentunya nanti malah akan menambah masalah baru,” kata Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil.

Menurut Muzammil, penetapan sasaran bedah rumah ini dilakukan setelah tim Baznas menerima usulan dari masyarakat. Dari semua usulan yang masuk selanjutnya dilakukan survey ke lapangan berdasarkan kriteria pemanfaatan Dana Zakat, Infaq dan Shodakoh (ZIS) saat menyalurkan dana bantuan biaya hidup yang rutin diberikan setiap bulan kepada kaum dhuafa fakir.

“Saat kami menyalurkan bantuan biaya hidup kepada kaum dhuafa fakir, kami juga melakukan survey rumahnya. Memang sebagian besar rumah-rumahnya sudah tidak layak huni dan harus segera diperbaiki. Tetapi untuk tahun ini kami hanya mampu melakukan bedah rumah sebanyak 5 unit,” jelasnya.

Selain melakukan bedah rumah jelas Muzammil, Baznas juga melakukan perbaikan ringan terhadap 19 unit rumah. Anggaran yang disiapkan setiap rumah sebesar Rp 5 juta sehingga total untuk 19 unit rumah sebesar Rp 95 juta. “Kriterianya memang betul-betul rumah dari kaum dhuafa fakir dan kondisinya sudah memerlukan perbaikan,” terangnya.

Muzammil menerangkan program bedah rumah dan perbaikan ringan rumah ini dilakukan untuk membantu tugas dari pemerintah dalam program rehabilitasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang tahun ini terkena recofusing untuk penanganan pandemi COVID-19. “Kehadiran program Baznas memang diarahkan untuk mendukung dan membantu program yang masih belum dilakukan oleh pemerintah,” tambahnya.

Melalui program bedah rumah dan perbaikan rumah ringan ini Muzammil berharap mampu memberikan rumah yang benar-benar layak dari faktor kesehatan dan nyaman. “Jika rumahnya sudah layak, maka tentunya akan berdampak pada kesehatan dan kenyaman bagi penghuninya. Mudah-mudahan program ini bisa membantu masyarakat dari kalangan kaum dhuafa fakir yang rumahnya sudah tidak layak huni,” harapnya. (wan)

cww trust seal