Sunday, April 5, 2020
Depan > Kemasyarakatan > Antisipasi Penyebaran COVID-19, Pondok Pesantren Damanhuri Romly Zaha Genggong Berlakukan Lockdown

Antisipasi Penyebaran COVID-19, Pondok Pesantren Damanhuri Romly Zaha Genggong Berlakukan Lockdown

Reporter : Hendra Trisianto
PAJARAKAN – Sebagai tindak lanjut dari penetapan status Siaga Darurat di Kabupaten Probolinggo terkait upaya mitigasi percepatan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) dan mencegah penyebarannya, Yayasan Pondok Pesantren Damanhuri Romly Zainul Hasan (Zaha) Genggong mengeluarkan maklumat untuk meliburkan sekolah dan memberlakukan lockdown (karantina sementara).

Maklumat tersebut dipertegas dengan dikeluarkannya Surat Edaran resmi Nomor : 123/I.01.PDR/SE-1/III/2020 untuk disampaikan kepada seluruh wali santri, seluruh pengurus dan para santri. Disebutkan dalam maklumat tersebut untuk sementara lockdown diberlakukan mulai Senin hingga Minggu (16-29/3/2020) mendatang.

Dalam surat edaran tersebut juga ditegaskan selama masa karantina semua santri wajib menjaga kebersihan dan menjalankan semua arahan kesehatan. Wali santri tidak diperbolehkan mengunjungi atau membawa pulang, kecuali jika dalam kondisi sakit. Dan untuk keperluan uang saku santri bisa melalui transfer antar rekening.

Disampaikan oleh KH Muhammad Haris, Pengasuh Ponpes Damanhury Romli bahwa langkah cepat ini merupakan komitmen yayasan untuk menyikapi arahan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo agar melakukan karantina menyeluruh dan melaksanakan protokol kesehatan pada lingkungan pesantren.

Gus Haris menerangkan pada masa karantina ini karena kegiatan belajar pada lembaga pendidikan SMP diliburkan, namun sebaliknya kegiatan ke pesantrenan dan upaya kesehatan di lingkungan asrama ditingkatkan. Diantaranya, selain membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, setiap pagi para santri harus melaksanakan senam kesehatan dan kemudian diberikan asupan tambahan berupa minuman berbahan dasar empon-empon untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Apapun kita upayakan agar semua yang ada di dalam lingkungan ini tetap higienis dan aman. Selanjutnya kami berupaya meminimalisir kemungkinan penyebaran di lingkungan pesantren dengan cara memblock sementara pihak luar agar tidak masuk ke dalam lingkungan kita” tegasnya.

Gus Haris mengatakan hal ini merupakan bentuk ikhtiar sekaligus wujud tanggung jawab yayasan kepada wali santri untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan para santri dari wabah virus corona. Demi kebaikan para santri lockdown adalah upaya terbaik dan sangat mungkin dilakukan oleh pondok pesantren.

Lebih lanjut Gus Haris menghimbau kepada yayasan pondok pesantren lainnya agar menerapkan langkah ikhtiar ini dalam rangka menjaga para santri terhindar dari wabah virus corona yang membuat panik seluruh dunia. Karena di lingkungan pondok pesantren juga sangat memungkinkan dilaksanakan kegiatan belajar mengajar tanpa harus keluar dari lingkungan pondok.

“Upaya ini paling mudah dilakukan dan lebih efektif dibanding dengan hanya meliburkan dan memulangkan para santri, yang tidak menjamin mereka akan tetap dirumah? Alhamdulillah keputusan ini didukung para wali santri, lebih baik mereka tetap diawasi dengan ketat di lingkungan pondok dan terjaga dari kontak luar,” ungkapnya.

“Harapan kami kepada Pemerintah untuk segera melakukan solusi pasti, agar lebih cepat dan tepat menangani wabah ini, lebih dari sekedar mensosialisakan social distancing. Belajar dari negara lain yang mulai berhasil melalui wabah ini dengan melakukan tes massal dan lockdown total,” imbuhnya.

Sementara itu terpisah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memberikan apresiasi, penghormatan dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kebijakan dari Pengasuh Pondok Pesantren Damanhuri Romly Zainul Hasan Genggong dalam menerapkan lockdown dan pelaksanaan protokol kesehatan.

“Hal ini sejalan dengan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo terkait percepatan dan pencegahan Virus Corona Disease (COVID-19) yang tengah kami upayakan bersama satgas khusus,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian, Minggu (22/3/2020).

Yulius menghimbau kepada segenap masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk bersama-sama melakukan pencegahan menyebarnya COVID-19 dengan cara selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, social distancing, etika ketika batuk dan bersin serta membiasakan diri untuk selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Kami berharap semoga apa yang telah dilakukan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Damanhuri Romly ini bisa menginspirasi yayasan pondok pesantren lainnya sebagai upaya untuk percepatan pencegahan COVID-19 di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal