Wednesday, November 20, 2019
Depan > Pemerintahan > Anggota Satpol PP Dilatih Sebagai Operator NPD 112

Anggota Satpol PP Dilatih Sebagai Operator NPD 112

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Layanan Nomor Panggilan Darurat 112, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) melaksanakan pelatihan bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo sebagai operator Nomor Panggilan Darurat (NPD) 112.

Pelatihan sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tentang penanganan kegawatdaruratan ini digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis (6-7/11/2019) di ruang pertemuan Diskominfo Kabupaten Probolinggo.

Diharapkan kedepan para operator ini berfungsi sebagai Call Taker pada tim NPD 112 Kabupaten Probolinggo yang bertugas menerima laporan serta mengolah informasi valid untuk kemudian memberikan perintah menerjunkan petugas sesuai dengan kondisi kegawatdaruratan yang sedang terjadi.

Pelatihan NPD 112 ini menghadirkan dua trainer dari PT. 168 Solution selaku provider yang ditunjuk oleh Kementerian Kominfo RI. Menurut Lusila Retno, salah satu trainer dalam paparannya mengatakan, Program NDP 112 ini merupakan inisiatif Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) RI untuk menyediakan call center gratis dan mudah diingat.

Selain itu fungsi dari nomor tunggal layanan darurat ini adalah untuk melayani masyarakat dalam penanganan situasi gawat darurat seperti bencana, kebakaran, pertolongan medis, keamanan dan keadaan darurat lainnya secara cepat dan tepat penanganan.

“Pelatihan ini bertujuan untuk melatih operator sebagai Call Taker untuk melayani telepon dari masyarakat sehingga dapat merespon dengan cepat apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” terang Lusila.

Lebih lanjut dia mengatakan, tujuan dari Call Center 112 ini diantaranya menerima dan mengirimkan pertolongan dalam keadaan darurat melalui jaringan telekomunikasi, menyatukan nomor panggilan darurat untuk mempermudah masyarakat dalam penanggulangan keadaan darurat, layanan nomor tunggal panggilan darurat dilaksanakan untuk penanganan keadaan darurat yang meliputi kebakaran, kerusuhan, kecelakaan, bencana alam, dan keadaan darurat lainnya yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah serta mempermudah koordinasi antar instansi terkait.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengemukakan, para anggota Satpol PP yang dilatih sebagai Call Taker NPD 112 ini adalah notabene memiliki kemampuan yang responsif dan tangkas. Oleh sebab itu diharapkan mereka mampu secara profesional menjawab laporan telepon, mengolah informasi kegawatdaruratan serta kemudian untuk meneruskannya kepada pihak-pihak terkait.

“Sebelum dilaunching oleh Ibu Bupati, setelah pelatihan ini layanan 112 akan segera kami uji coba sekaligus untuk melatih kesigapan para personil dalam merespon gawat darurat yang dilaporkan masyarakat melalui telpon. Jadi masyarakat Kabupaten Probolinggo dalam waktu dekat sudah bisa memanfaatkan layanan ini,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal