Tuesday, October 22, 2019
Depan > Kemasyarakatan > Akhir Mei 2019, Perolehan PAD Capai Rp 88 Miliar

Akhir Mei 2019, Perolehan PAD Capai Rp 88 Miliar

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Hingga akhir Mei 2019, perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo mencapai Rp 88.975.967.173 atau 37,83% dari target sebesar Rp 235.224.207.080. Perolehan PAD ini berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kepala Bidang Pendapatan Susilo Isnadi. “Dengan capaian ini, kami optimis target PAD bisa dipenuhi,” ungkapnya.

Menurut Susilo, perolehan PAD dari sektor pajak daerah mencapai Rp 22.976.106.961 atau 43,46% dari target sebesar Rp 52.865.000.000. Untuk retribusi daerah mencapai Rp 12.726.622.935 atau 45,56% dari target sebesar Rp 27.935.147.325.

“Kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah dari target sebesar Rp 5.575.958.000 masih belum masuk. Sementara untuk sektor Lain-lain PAD yang sah perolehannya mencapai Rp 44.394.928.438 atau 29,83% dari target sebesar Rp 148.848.101.755,” jelasnya.

Susilo merinci bahwa penyumbang pajak daerah tertinggi prosentasenya adalah pajak restoran sebesar Rp 2.925.320.811 atau 73% dari target sebesar Rp 4.000.000.000. Sementara terkecil adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan (P2) sebesar Rp 2.253.309.427 atau 14,08% dari target sebesar Rp 16.000.000.000. “Harapannya kepada warga masyarakat wajib PBB untuk segera melunasi kewajibannya sebelum jatuh tempo,” terangnya.

Untuk retribusi daerah, penyumbang terbesar adalah retribusi IMB (Ijin Mendiringan Bangunan) sebesar Rp 778.426.000 atau 49,58% dari target sebesar Rp 1.576.500.000 dan retribusi pelayanan kesehatan sebesar Rp 8.392.911.517 atau 71,74% dari target sebesar Rp 11.699.175.000.

“Selain itu, retribusi tempat khusus parkir (pasar daerah) sebesar Rp 3.172.000 atau 3,9% dari target Rp 80.000.000. Kendalanya penyetoran kurang rajin dan tepat waktu. Selanjutnya retribusi penjualan hasil pertanian targetnya sebesar Rp 910.000.000 yang belum masuk sama sekali. Yang menjadi kendala karena masih belum masuk hasil panen,” tegasnya.

Sedangkan untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan diperoleh dari deviden saham dari Bank Jatim dan BPR Jatim dengan target sebesar Rp 5.575.958.000 dan masih belum masuk. “Untuk Lain-lain PAD yang sah, terbesar disumbangkan oleh BLUD RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebesar Rp 28.823.606.763 atau 34,73% dari target sebesar Rp 83.000.000.000,” ujarnya.

Susilo menambahkan PAD perlu ditingkatkan lagi agar perolehannya lebih meningkat dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan prospek peningkatan PAD ini sangat terbuka jika dibandingkan dengan potensi daerah yang ada. Artinya, banyak potensi pendapatan daerah yang belum dilakukan oleh Pemerintah Daerah, baik oleh Sumber Daya Alam (SDA), potensi pajak derah dan potensi retribusi daerah.

“Jenis retribusi daerah mencapai 30 jenis. Hanya saja di Kabupaten Probolinggo baru mampu melayani sebanyak 19 jenis retribusi. Harapan kami ke depan, target PAD baik APBD maupun P-APBD dapat tercapai 100% atau lebih,” pungkasnya. (wan)