Saturday, December 7, 2019
Depan > Pendidikan > Agar Lebih Kuat dan Stabil, Rela Latihan Mengangkat Bongkahan Batako

Agar Lebih Kuat dan Stabil, Rela Latihan Mengangkat Bongkahan Batako

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Sedikitnya 74 orang putra-putri terbaik Kabupaten Probolinggo yang tergabung sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Probolinggo Tahun 2019 berhasil menjalankan tugas dan peran pentingnya dalam upacara peringatan detik-detik HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2019) di Alun-alun Kota Kraksaan.

Dua tugas yang harus diemban siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) ini adalah bertugas sebagai pengibar bendera pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan Detik-detik Proklamasi serta upacara penurunan bendera merah putih pada sore harinya.

Derap langkah selaras mata memandang, dengan ekpresi wajah yang memancarkan pribadi kuat dan disiplin tinggi, nampak pada masing-masing anggota Paskibraka ini. Siapapun yang sedang melihat mereka bertugas, pasti akan merasakan perasaan bangga bercampur haru.

Salah satu petugas yang cukup mencuri perhatian adalah Nabilatun Nuriyah, perwakilan SMA Tunas Luhur Paiton. Pada saat pengibaran dirinya berada di kelompok pasukan delapan dan didapuk sebagai petugas pembawa baki bendera merah putih. Seperti yang umum diketahui, tugas ini adalah yang paling berat dalam Paskibraka, dibutuhkan mental kuat serta disiplin yang tinggi di atas rata-rata.

Gadis kelahiran Paiton yang merupakan anak kedua dari Suherman dan Anisah Hidayati ini memang sebelumnya memiliki kemampuan PBB yang cukup. Ditambah dengan kedisiplinan yang kuat, maka tak heran jika ia terpilih sebagai anggota Paskibraka pembawa baki bendera merah putih.

“Suka-dukanya sebagai petugas pembawa baki dan pasukan delapan itu latihannya lebih berat, lebih lama dan lebih keras. Tidak jarang kita terus berlatih sendiri sementara yang lain sudah istirahat,” ungkap Nabil sapaan karib siswi kelas III usai menjalankan tanggung jawabnya.

Lebih lanjut Nabil mengatakan pengalaman paling berkesan lain yang dia dapatkan saat berlatih adalah harus mengganti baki dengan bongkahan batako yang jauh lebih berat dari pada baki. Namun dirinya sadar bahwa ini adalah latihan agar pada saat pelaksanaan, tangannya akan jauh lebih kuat dan stabil saat membawa Baki.

“Perasaan saya menjadi anggota Paskibraka sangat bangga karena banyak ilmu yang bisa saya dapat selama dua belas hari pelatihan ini. Selain ilmu PBB Paskibraka, kedisliplinan, tanggung jawab serta pendidikan kepribadian dan karakter,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal