Wednesday, August 21, 2019
Depan > Informasi Layak Anak > 43 Siswa SMP HATI BBS Kraksaan Diwisuda

43 Siswa SMP HATI BBS Kraksaan Diwisuda

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Sebanyak 43 orang siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) HATI Bilingual Boarding School (BBS) Kraksaan mengikuti wisuda angkatan ke-II tahun pelajaran 2018/2019 di aula Bin Hasan SMP HATI BBS di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Kamis (23/5/2019) sore.

Kegiatan wisuda kali ini juga dilaksanakan secara bersamaan dengan prosesi wisuda sebanyak 31 anak wisudawan Tahfidz Al-Qur’an siswa SMP HATI BBS Kraksaan tahun angkatan ke-I Tahun 2019. Dimana program Tahfidz Al-Qur’an ini memang juga harus diikuti oleh siswa yang beragama muslim selama tiga tahun masa pendidikan SMP.

Selain disaksikan oleh seluruh wali murid siswa SMP HATI BBS, prosesi wisuda ini juga dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE beserta suami Drs H Hasan Aminuddin M.Si, Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan KH Nasrullah Suja’i, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Kepala SMP HATI BBS Kraksaan Fathurrozi mengemukakan adanya tambahan program Tahfidz Al Qur’an yang harus diikuti oleh siswa SMP HATI BBS Kraksaan adalah demi mencetak dan melahirkan generasi rabbani yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang tinggi serta dapat menjadi pemimpin di masa depan yang sholeh dan berkualitas.

“Minimal siswa SMP HATI BBS Kraksaan pada saat lulusan kelas IX sudah harus hafal Al-Qur’an jus Amma (Juz 30). Alhamdulillah mereka rata-rata bisa mampu menghafal dua sampai enam juz Al-Qur’an, bahkan diantara mereka juga ada siswa kelas VIII,” ungkap Fathurrozi seusai memimpin prosesi wisuda kali ini.

Selanjutnya Fathurrozi berharap seluruh siswa kelas IX yang dinyatakan lulus tersebut untuk kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya di Sekolah Menengah Atas (SMA) HATI BBS Kraksaan. Meskipun alumni SMP HATI, namun kesemuanya juga harus melalui proses seleksi seperti biasanya.

“Kita menargetkan semua bisa masuk SMA HATI, kecuali yang tidak lulus seleksi. Untuk angkatan pendidikan SMP selanjutnya kami sudah melaksanakan seleksi bibit-bibit berikutnya dari seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Probolinggo, tetap dengan dua prosedur yakni Mandiri Berprestasi dan Beasiswa Berprestasi,” tandasnya.

Sementara Ali Yasir, salah satu wali murid siswa berprestasi bernama Muhammad Rizki Mubarak asal Kecamatan Tegalsiwalan ini merasa bersyukur dan puas atas bimbingan para guru SMP HATI kepada anaknya. Oleh karenanya ia berkeinginan untuk tetap melanjutkan pendidikan anak pertamanya ini di Lembaga Pendidikan HATI.

“Kami merasa bangga, kualitas pendidikannya benar-benar tidak mengecewakan, sejak kelas VII dia selalu meraih rangking satu. Kami berniat untuk tetap mensekolahkan disini sekaligus supaya bisa melanjutkan Tahfidznya yang saat ini sudah hafal 6 juz Al-Qur’an,” pungkasnya dengan bangga. (dra)