Saturday, November 23, 2019
Depan > Kemasyarakatan > 273 Penari Kiprah Glipang Semarakkan Peringatan Harjakapro ke-273

273 Penari Kiprah Glipang Semarakkan Peringatan Harjakapro ke-273

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Sebanyak 273 penari Kiprah Glipang menggebrak Alun-alun Kota Kraksaan. Bak para prajurit yang sedang berangkat ke medan laga, ratusan penari dari kalangan pelajar ini menyeruak masuk dari empat penjuru alun-alun dengan sikap kesatria yang menjadi ciri khas baku pada tari Kiprah Glipang.

Sendratari kolosal Kiprah Glipang tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-273 yang dilaksanakan usai upacara peringatan Harjakapro di Alun-alun Kota Kraksaan, Senin (22/04/2019) pagi bersama masyarakat dan segenap pejabat OPD dan Forkopimda Kabupaten Probolinggo.

Momentum Harjakapro kali ini sekaligus sebagai penanda dicanangkannya Gerakan Ekonomi Kreatif Kabupaten Probolinggo 2019. Dibutuhkan semangat dan moral tinggi untuk mewujudkannya. Oleh sebab itu Kiprah Glipang sebagai warisan budaya leluhur yang terjaga eksistensinya diharapkan menjadi simbol kebangkitan masyarakat Kabupaten Probolinggo dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

Sendratari kolosal Kiprah Glipang saat itu dikemas begitu apik dengan balutan narasi yang lugas. Dari ratusan penari yang sedang beraksi, tiga penari cilik pada barisan terdepan cukup mencuri perhatian yang kemudian mengajak Wakil Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko untuk ikut serta membaur, menari dan merasakan semangat mereka.

Saat itu pula seluruh undangan dan pejabat yang mengikuti upacara Harjakapro ini turut bergabung bersama Wabup Timbul. Meskipun gerakan mereka terlihat kaku namun terlihat jelas ekspresi semangat dan antusiasnya. “Inilah salah satu pesona Kabupaten Probolinggo. Kalau bisa kita kelola dengan baik, seni budaya kita pun tidak kalah dengan daerah lain,” kata Wabup Timbul selepas menari Kiprah Glipang.

Wabup Timbul mengemukakan siapapun bisa saja menjadi inisiator dan penggerak ekonomi kreatif di Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu pihaknya berharap ke depan masyarakat Kabupaten Probolinggo lebih berdinamika dalam kreatifitas, dan inovatif.

“Kami Pemkab Probolinggo akan senantiasa mensupport dan memfasilitasi setiap kreatifitas dan ide-ide cerdas demi kemajuan Kabupaten Probolinggo dan peningkatan perekonomian masyarakat,” tandasnya.

Mohammad Nasir, yang kini memegang amanah untuk meneruskan dan merawat seni tari asal Desa Pendil Kecamatan Banyuanyar ini mengaku bangga atas apresiasi Pemkab Probolinggo selama ini. Menurutnya tari Kiprah Glipang saat ini semakin diminati khususnya di kalangan lembaga pendidikan.

“Saat ini semakin banyak generasi muda yang ikut andil dalam melestarikan tari Kiprah Glipang ini. Hal ini tentu membuat kami sangat bangga. Alhamdulillah, tari Kiprah Glipang kini tidak hanya dikenal masyarakat Kabupaten Probolinggo saja, namun sudah meluas ke tingkat nasional,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal