Monday, November 18, 2019
Depan > Pemerintahan > 151 Pejabat Struktural-Fungsional Dimutasi

151 Pejabat Struktural-Fungsional Dimutasi

Reporter : Hendra Trisianto
PAITON – Sebanyak 151 orang pejabat eselon III, IV dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jumat (22/03/2019) pagi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE di objek wisata sejarah situs Candi Jabung Desa Jabungcandi Kecamatan Paiton.

Seperti beberapa kegiatan serupa sebelumnya, kegiatan ini sengaja dilaksanakan di tempat wisata dengan tujuan untuk meramaikan kawasan wisata di Kabupaten Probolinggo melalui kegiatan pemerintahan.

Pengambilan sumpah dan jabatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono, Inspektur Kabupaten Probolinggo Sigit Sumarsono, para Staf Ahli, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono.

Pejabat struktural yang menjalani mutasi terdiri dari 13 orang pejabat eselon III, dan 36 orang pejabat eselon IV. Serta pengukuhan pejabat fungsional terdiri dari 92 orang kepala sekolah dan 10 orang pengawas sekolah di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Serah terima jabatan secara simbolis diwakili oleh Usman Ali kepada Dody Kurniawan sebagai Camat Bantaran. Sebelumnya Dody Kurniawan bertugas sebagai Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya Usman Ali akan ditugaskan sebagai Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengungkapkan, alih tugas dan jabatan merupakan sesuatu yang biasa terjadi dan akan selalu terjadi dalam setiap organisasi, khususnya di lingkungan Pemerintah Daerah. “Hal ini dilakukan dalam rangka menjalankan visi dan misi organisasi agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan berkualitas kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Prinsipnya menurut Bupati Tantri adalah bagaimana ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo ini terus menempa diri melalui mutasi dan alih tugas. Dengan adanya perpindahan antar bidang dan unit kerja diharapkan dengan suasana kerja baru para ASN tersebut mampu menempa dan menyerap ilmu yang berbeda dengan unit kerja sebelumnya sehingga mampu menjadi ASN yang berkualitas

“Alih tugas dan jabatan pada dasarnya sebagai bentuk pemberian variasi tugas, yang bertujuan untuk memperkaya khazanah pengalaman dan wawasan yang nantinya akan sangat berguna bagi yang bersangkutan. Diharapkan dengan peningkatan wawasan ini juga dapat memberikan manfaat bagai masyarakat secara optimal,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri juga berpesan kepada kepala sekolah dan pengawas, bahwa investasi pembangunan pendidikan di Kabupaten Probolinggo menjadi pondasi dari seluruh pembangunan yang ada, sesuai dengan visi misi utama Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu kepala sekolah sebagai manager sebuah lembaga sekolah dituntut untuk bekerja lebih profesional dan optimal.

“Kepala sekolah dan pengawas mempunyai amanah sebagai orang tua dan wali bagi santri/murid dari pagi sampai siang. Adanya pengawas juga sangat diharapkan menjadi mitra bagi kepala sekolah dan seluruh guru di Kabupaten Probolinggo, sehingga proses kegiatan belajar mengajar dan managerial sebuah lembaga sekolah ini mampu berjalan dengan proporsional dan profesional,” terang Bupati Tantri.

Selain itu Bupati Tantri juga menegaskan bahwa adanya alih tugas satu camat saat ini tidak akan mempengaruhi kelancaran pelaksanaan Pilpres (Pemilihan Presiden) dan Pileg (Pemilihan Legislatif) pada 17 April mendatang. Oleh sebab itu ia menghimbau kepada camat yang baru agar segera menyesuaikan diri, segera pelajari tupoksi camat, mantapkan dan pahami betul-betul sehingga hari ini juga harus langsung terjun ke kecamatan.

“Menjelang gelaran pemilu kali ini, pesan saya kepada camat harus banyak menyerap aspirasi di wilayahnya, banyak berkoordinasi bersama Forkopimka, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sehingga sesuai harapan kita, bahwa target Pilpres dan Pileg di Kabupaten Probolinggo selain berjalan sukses dan aman, juga meningkatnya jumlah kehadiran dan partisipasi pemilih,” tandasnya. (dra)

cww trust seal