Tuesday, October 27, 2020
Depan > Kemasyarakatan > 1.300 Anak Yatim Paitu Terima Santunan

1.300 Anak Yatim Paitu Terima Santunan

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Momentum peringatan 10 Muharram 1442 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi 1.300 anak yatim piatu di Kabupaten Probolinggo. Mereka mendapatkan santunan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, Sabtu (29/8/2020).

Santunan yang diberikan berupa tas sekolah dan peralatan tulis senilai Rp 100 ribu serta uang saku sebesar Rp 75 ribu setiap anak. Sehingga total setiap anak mendapatkan santunan sebesar Rp 175 ribu. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan untuk 1.300 anak yatim piatu ini sebesar Rp 227.500.000. Untuk tiap kecamatan, santunan ini diberikan kepada 50 anak.

Sehubungan masih dalam suasana pandemi COVID-19, maka penyerahan santunan kepada anak yatim piatu ini diserahkan secara simbolis kepada 10 anak dari Kecamatan Dringu di Pendopo Prasadja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Sementara sisanya 40 anak diserahkan di Pendopo Kecamatan Dringu. Penyerahan selanjutnya akan dilakukan pada 23 kecamatan bekerja sama dengan Korwil Bidang Pendidikan di 23 kecamatan.

Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan mulai dari mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, memakai masker, jaga jarak dan tidak kontak fisik.

Penyerahan santunan secara simbolis ini dilakukan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo dan Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Kabag Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Didik Abdul Rohim serta sejumlah pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo, PCNU Kota Kraksaan serta segenap Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengungkapkan santunan bagi anak yatim piatu pada momentum 10 Muharram 1442 ini akan diberikan bagi anak-anak yang ada di bangku sekolah SD. Sementara khusus untuk yang dari yayasan akan dibagikan pada momentum Hari Santri Nasional tahun 2020.

“Pemberian santunan kepada anak yatim ini bertujuan untuk membahagiakan anak yatim piatu. Terlebih mereka belum mendapatkan kasih sayang dari ayahnya,” katanya.

Dengan adanya pemberian santunan bagi anak yatim ini Muzammil mengharapkan Baznas bisa memberikan tauladan kepada orang yang mempunyai kelebihan harta untuk menggunakannya dengan menyantuni anak yatim piatu sekaligus memberikan kebahagiaan bagi mereka.

“Paling tidak nantinya mampu memberikan santunan bagi para anak yatim piatu yang ada di Kabupaten Probolinggo baik dalam bidang pendidikan maupun untuk biaya hidupnya,” harapnya.

Sementara Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si mengatakan gerakan zakat dan bersedekah ini hendaknya dicoba dengan memakai tenaga anak-anak muda yang profesional, terutama di bidang Informasi dan teknologi (IT). Bagaimana menggugah dan memotivasi orang terhadap kewajibannya dan sunnatullah

“Hari ini di tengah-tengah ujian Corona ini, orang hiburannya bermain HP (Handphone). Manakala kultum yang dishare singkat, padat dan jelas itu mampu menggugah hatinya, cantumkan nomor rekeningnya. Ini adalah momentum bagaimana melatih anak-anak muda untuk professional untuk dishare kepada seluruh pengguna HP,” katanya.

Menurut Hasan, momentum ini hanya diambil oleh para pedagang. Dimana orang berbelanja hari ini naik pendapatannya oleh pedagang online bukan di mall ataupun pasar. “Kalau cuma makan ada di pasar, tetapi kalau belanja sandang dan papan itu sudah onlie. Jika Baznas cerdas, maka peluang ini akan dilakukan,” jelasnya.

Suami Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menegaskan sedekah dan berbagi hari ini juga harus dilakukan non tunai. Hal ini yang akan langsung menyentuh hati. Bentukkan barang, karena yang dibutuhkan hari ini adalah pangan.

“Setelah ujian Corona ini, Baznas mari mencari pola baru berbaginya bagaimana sesuai dengan kebutuhan dan langsung bangkit memotivasi berniaga dan kalau sekolah bagaimana meningkatkan kualitas keilmuannya di lembaga pendidikan di anak-anak mahasiswa yang dibina Baznas,” tegasnya.

Hasan meminta kepada Baznas agar bisa memetakan elemen ayah atau ibunya anak yatim piatu dalam bentuk modal kerja. Itu sungguh luar biasa dengan diberikan santunan modal dari pada hanya diberi uang begitu saja. “Baznas harus bisa mengambil setiap peluang yang belum dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal