Depan > Pemerintahan > Usai Melahirkan Hingga Kram Pasca Operasi Pen Patah Tulang Jadi Cerita Peserta SKD CPNS 2021

Usai Melahirkan Hingga Kram Pasca Operasi Pen Patah Tulang Jadi Cerita Peserta SKD CPNS 2021

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Tes SKD CPNS 2021 Kabupaten Probolinggo melahirkan banyak cerita, baik cerita kocak hingga mengharukan. Sayang jika harus terlewatkan, agar hal ini menjadi guru pengalaman bagi peserta lainnya di masa masa mendatang.

Tes CPNS nyatanya memang tidak semudah yang kita bayangkan. Selain harus melewati serangkaian persyaratan yang cukup padat, juga tidak sedikit dari mereka yang mengikuti tes ini dalam kondisi terbatas dan akhirnya mengharuskan mereka untuk berjuang lebih keras.

Seperti yang dialami dua peserta berikut ini yang harus tetap gigih melalui tantangan dan maju untuk berjuang mengikuti SKD CPNS agar lolos ke tahap selanjutnya.

Ikut Tes SKD CPNS Usai Melahirkan

Peserta tes SKD bernama Ummi Azizah Multazamah (24) asal Desa Patemon Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo ini nampak pucat dan terbaring lemas di bed khusus yang disediakan tim medis di titik lokasi pelaksanaan tes Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.

Meski dalam kondisi belum pulih pasca-melahirkan, namun semangat untuk mengikuti tes seleksi masih sangat jelas terpancar dari sorot matanya meski kondisinya nampak lesu dan lemas.

Berdasarkan informasi tim medis Panselda, Sabtu (25/9/2021) siang, sebenarnya kondisi Ummi untuk mengikuti tes seberat SKD ini cukup mengkhawatirkan, namun karena motivasi yang tinggi, tim medis mempersilahkan Ummi untuk rebahan dulu dan harus disiapkan kursi roda.

“Peserta ini kami curigai mengalami anemia pasca melahirkan. Agar tetap mampu mengikuti ujian dengan lancar, kami persilahkan untuk rebahan dulu dan kami sediakan susu segar dan roti untuk menambah nutrisi dan stamina,” terang Nurul Qomariyah, perawat yang sedang bertugas saat itu.

Peserta Kram Pasca Operasi Pen Patah Tulang

Kisah peserta selanjutnya yang bernama Yuliati (26) dari Situbondo ini datang ke lokasi SKD CPNS dengan kondisi kakinya yang baru beberapa bulan menjalani operasi pemasangan pen.

Karena merasa sudah cukup kuat untuk mobilisasi, dirinya tidak menghiraukan papan pengumuman dan informasi dari petugas. Informasi ini adalah bagi para peserta yang sedang mengalami sakit, pasca melahirkan atau berkebutuhan khusus agar memanfaatkan fasilitas lift.

Karena titik lokasi tes berada di lantai tertinggi pada Kantor Bupati Probolinggo ini, Yuliati pun mengalami kram saat dirinya baru sampai di lantai tiga. Terpaksa dia pun harus bersusah payah melanjutkan sampai lantai lima dengan dibantu para petugas Anggota Satpol PP.

“Setelah operasi memang belum pernah naik tangga bangunan yang cukup tinggi, tiba-tiba kaki seperti mati rasa. Saya juga yang salah karena tidak menyampaikan kondisi saya, padahal kan ada fasilitas lift. Alhamdulillah setelah diberi obat anti nyeri kaki saya mendingan,” tandasnya.(dra)