Sunday, September 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Tumbuhkan Kelompok Usaha Produktif di Wilayah Potensi Tembakau

Tumbuhkan Kelompok Usaha Produktif di Wilayah Potensi Tembakau

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Sebagai upaya pengembangan kapasitas kelembagaan petani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan penumbuhan Kelompok Usaha Produktif di wilayah tembakau di Kabupaten Probolinggo selama 7 (tujuh) hari pada 16 hingga 28 Juni 2021 mendatang.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula baru DKPP Kabupaten Probolinggo tersebut diikuti oleh PPL (Penyuluh Pertanian Lapang), PPS (Penyuluh Petani Swadaya) dan kelompok petani di wilayah potensi tembakau yang ada di 14 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Ke-14 kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Besuk, Gading, Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Krejengan, Kraksaan, Pajarakan, Bantaran, Maron, Wonomerto, Kuripan, Lumbang dan Sukapura. Setiap harinya diikuti oleh PPL, PPS dan kelompok petani tembakau dari 2 (dua) kecamatan.

Selama kegiatan para peserta mendapatkan materi dari DKPP Kabupaten Probolinggo, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo, APTI Kabupaten Probolinggo dan BNI Probolinggo.

“Pertemuan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan kelembagaan kelompok dan meningkatkan kelas kemampuan poktan yang terdiri atas kelas pemula, kelas lanjut, kelas madya dan kelas utama sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berada di wilayah potensi tembakau,” kata Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Pelaksanaan Penyuluhan dan Bina Usaha Tani Arif Kurniadi.

Menurut Arif, kebijakan pembangunan pertanian strategis sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Penggunaan Pemanfaatan dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT), Pasal 2 dana DBHCHT untuk mendanai program peningkatan kwalitas bahan baku, pembinaan industri dan pembinaan lingkungan sosial.

“Kegiatan penumbuhan Kelompok Usaha Tani Produktif ini bertujuan mendukung pencapaian produksi komoditas pertanian strategis, menumbuhkan dan meningkatkan kelas kelompok serta meningkatkan kinerja pembangunan pertanian di daerah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Arif menjelaskan tentang tugas dan kewajiban dari PPS, PPL dan kelompok. Dimana tugas dan kewajiban PPS diantaranya mampu membaca dan menulis, memiliki rasa dan mau mengembangkan usaha tani pertembakauan dan pertanian lainnya, bersedia menjadi pendamping kelompok serta membuat laporan pelaksanaan kegiatan.

Selanjutnya tugas dan kewajiban PPL meliputi membuat materi, memberikan materi kegiatan setiap pelaksanaan secara bergantian dengan petugas penyuluh di wilayahnya, menjadi fasilitator/pendamping kelompok tani, menumbuhkan kelompok dan menaikkan kelas kelompok, membuat laporan pelaksanaan tugas setiap melaksanakan kegiatan serta membuat laporan akhir.

Sementara tugas kelompok peserta pertemuan penumbuhan dan pembinaan KUP di wilayah produktif tembakau diantaranya kelompok pemula/lanjut/madya, siap dan bersedia untuk dibina dan diharapkan untuk naik kelas kelompok, ada usaha dan mau mengembangkan diri, merupakan wilayah potensi tembakau serta adanya penyertaan perempuan minimal 30%.

“Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas hasil tembakau melalui proses budidaya dan pasca panen yang baik, advokasi petani tembakau oleh APTI terkait penerimaan tembakau oleh gudang/pabrik, penumbuhan usaha lain selain budidaya tembakau, misalnya terbentuknya koperasi tani serta mendekatkan akses permodalan/kredit melalui KUR Tani oleh Bank BNI,” pungkasnya. (wan)