Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Tingkatkan Kualitas Kelembagaan dan Usaha Koperasi

Tingkatkan Kualitas Kelembagaan dan Usaha Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro terus berupaya meningkatkan kualitas kelembagaan dan usaha koperasi, UKM melalui peningkatan kapasitas koperasi, UKM di Kabupaten Probolinggo.

Salah satu upayanya dilakukan dengan memberikan pelatihan perkoperasian bagi 30 orang dari unsur pengurus dan pengawas koperasi yang berasal dari 15 koperasi wanita dari Kecamatan Paiton, Besuk, Kotaanyar dan Pakuniran, Selasa hingga Kamis (20-22/10/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di Base Camp Ridho Outbond Desa Krejengan Kecamatan Krejengan ini dihadiri narasumber yang terdiri dari Praktisi Koperasi Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji tentang penguatan jatidiri koperasi, Konsultan Pajak HM Sidik Widjanarko tentang koperasi modern dan Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya tentang rapat anggota koperasi.

Pelaksanaan pelatihan perkoperasian ini tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai dari memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir/hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh, jaga jarak aman dan tidak kontak fisik.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto melalui Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Siti Khoiriyah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kembali jatidiri dan komitmen koperasi bagi pengurus dan pengawas (refresh) dan membangun manajemen koperasi yang baik menuju tata laksana koperasi yang baik (good cooperative goverenance).

“Kunci sukses koperasi adalah pada pemahaman dan penanaman jatidiri koperasi untuk mewujudkan asaz kelekuargaan dan gotong royong pada koperasi. Namun, koperasi juga harus tetap mengikuti perkembangan era ekonomi kompetitif revolusi industri 4.0 dengan mulai melaksanakan sistem kepranataan yang lebih modern dan inovatif terhadap tata laksana dan pelayanan koperasi,” katanya.

Menurut Siti, semua ini diperlukan untuk terus mendukung usaha-usaha berbasis kerakyatan, karena koperasi adalah akselerator pertumbuhan ekonomi dan harus mampu menjadi rumah yang nyaman serta menaungi pelaku-pelaku UMKM yang menjadi anggotanya.

“Dengan demikian, sekarang saatnya mengubah paradigma dalam dunia koperasi di Kabupaten Probolinggo. Untuk mewujudkan koperasi menjadi badan usaha yang modern, berkualitas serta berdaya saing,” pungkasnya. (wan)