Depan > Kesehatan > Tingkatkan Kapasitas Petugas Penanganan Evakuasi Medis Darat Saat Krisis Kesehatan

Tingkatkan Kapasitas Petugas Penanganan Evakuasi Medis Darat Saat Krisis Kesehatan

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan peningkatan kapasitas petugas penanganan evakuasi medis darat saat krisis kesehatan di ruang pertemuan Bimasena Paseban Sena Probolinggo, Selasa (14/6/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh Pj krisis kesehatan 33 puskesmas dan 6 rumah sakit serta 3 orang Tim PSC-119 Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi defence driving oleh dr Putra Agung Dewata, Sp.Em dari RS Karsa Husada Batu, primary survey dan safe transport oleh Fuad Zulkarnain, A.Md. Kep dan dr. Reza Hakim, M.Biomed dari Universitas Islam Malang (Unisma) serta simulasi case based ambulance evacuation.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Dwi Indah Lestari mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas petugas penanganan evakuasi medis darat saat krisis kesehatan adalah menurunkan angka kecacatan dan kematian sebagai akibat pertolongan pertama dan tekhnik evakuasi yang tidak optimal baik dalam keadaan sehari-hari maupun pada saat bencana di Kabupaten Probolinggo.

“Tujuannya agar tenaga kesehatan memahami sistem evakuasi medis dan mapping sehingga mampu mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan sesuai tingkat kegawatdaruratannya, mampu mengamankan/memindahkan pasien ke tempat yang lebih aman serta bisa melakukan kaji cepat evakuasi medis dalam penanggulangan krisis kesehatan,” katanya.

Menurut Dwi Indah, krisis kesehatan adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, korban luka/sakit, pengungsian dan atau adanya potensi bahaya yang berdampak pada kesehatan masyarakat yang membutuhkan respon cepat di luar kebiasaan normal dan kapasitas kesehatan tidak memadai.

“Kegawatdaruratan adalah suatu keadaan dimana seseorang berada dalam kondisi ancaman kematian dan memerlukan pertolongan segera guna menghindari kematian dan kecacatan. Keadaan ini dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan menimpa siapa saja,” jelasnya.

Dwi Indah, kegawatdaruratan sering terjadi pada tempat dengan sumberdaya manusia dan fasilitas kesehatan yang tidak sesuai dengan kondisi korban sehingga perlu dilakukan evakuasi medis/medical evacuation (MedEvac) untuk mendapatkan pertolongan/pelayanan medik ke fasilitas pelayanan medik yang memiliki sumber daya manusia dan fasilitas yang lebih baik.

“Evakuasi medik adalah serangkaian peristiwa pemindahan korban dari suatu tempat ke tempat lain dengan fasilitas serta sumber daya manusia (SDM) yang lebih memadai sesuai kebutuhan korban,” terangnya.

Dengan kegiatan ini Dwi Indah mengharapkan petugas kesehatan memiliki kompetensi tambahan dalam melakukan evakuasi medis, baik dalam keadaan sehari-hari maupun bencana, sehingga angka kematian dan/atau kecacatan yang disebabkan oleh proses evakuasi yang tidak optimal dapat meminimalkan dan pasien dapat berada dalam kondisi yang optimal saat tiba di fasilitas rujukan untuk kemudian dilakukan penanganan lanjutan. (wan)