Sunday, June 20, 2021
Depan > Kesehatan > Tidak Perlu Swab Antigen Atau PCR Saat Rapid Tes Antibodi Reaktif Pasca Vaksinasi Covid-19 Dosis 2

Tidak Perlu Swab Antigen Atau PCR Saat Rapid Tes Antibodi Reaktif Pasca Vaksinasi Covid-19 Dosis 2

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Beberapa orang mendapatkan hasil rapid antibodi reaktif setelah paska vaksinasi dan menjadi panik karena takut terinfeksi Covid-19 setelah divaksinasi. Bahkan ada yang melanjutkan dengan pemeriksaan swab PCR atau antigen.

Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan rapid tes antibodi dengan menggunakan sampel darah, diperiksa untuk mengetahui keberadaan antibodi terhadap virus penyebab Covid-19 dalam tubuh.

“Fungsi rapid tes antibody diantaranya survey antibody, penelitian epidemiologi dan mendukung diagnosis Covid-19 dikondisi tertentu. Jadi, menurut CDC dan FDA, rapid tes antibodi bukan untuk screening atau diagnosis seseorang terkena Covid-19,” katanya.

Menurut Dewi, vaksin yang diberikan dimaksudkan untuk menimbulkan kekebalan humoral (antibodi). Menurut penelitian Zhang tahun 2020, dinyatakan bahwa kekebalan/imunitas optimal timbul pada hari ke-28 setelah penyuntikan vaksin Sinovac dosis kedua.

“Sehingga, jika hasil rapid tes antibodi reaktif. Artinya tubuh telah berhasil membentuk antibodi terhadap Covid-19 karena sudah divaksinasi dan/atau karena pernah terinfeksi Covid-19 sebelumnya (CDC, 2020),” jelasnya.

Dewi menambahkan hasil rapid tes antibodi reaktif bukan berarti seseorang tersebut sedang mengalami infeksi aktif Covid-19. Sehingga tidak direkomendasikan untuk melakukan swab antigen atau PCR paska mendapatkan penyuntikan 2 dosis vaksinasi Covid-19.

“Bila ingin melakukan screening atau diagnosis Covid19, lakukan swab antigen atau PCR. Rapid tes antibodi saat ini tidak direkomendasikan untuk mencari tahu apakah imunitas timbul setelah divaksinasi,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal