Friday, March 5, 2021
Depan > Kesehatan > Terapi Plasma Konvalesens Kurang Efektif Bagi Pasien Bergejala Berat

Terapi Plasma Konvalesens Kurang Efektif Bagi Pasien Bergejala Berat

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Akhir-akhir ini Terapi Plasma Konvalesens (TPK) semakin banyak dicari dan digunakan untuk menangani penderita Covid-19 terutama untuk penderita penyakit Covid-19 yang sakit berat.

“Plasma Konvalesens sebenarnya adalah plasma darah yang diambil dari orang yang sudah sembuh. Dan darahnya mengandung antibodi yang dibutuhkan untuk melawan virus Covid-19,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Menurut Dewi, TPK apakah efektif untuk penyakit Covid-19 dengan gejala sedang sampai berat. Hal tersebut masih menunggu hasil penelitian lebih lanjut. Berdasarkan penelitian Simonovich tahun 2020 belum ada hasil apakah vaksin tersebut efektif, karena hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa seteleh di TPK belum ada penurunan jumlah kematian dan beberapa juga tidak ada perbaikan kondisi klinis.

“Hal tersebut diduga karena paru-paru penderita tersebut sudah rusak sehingga terjadi long Covid-19, dimana TPK kurang efektivitasnya pada pasien-pasien yang bergejala berat,” jelasnya.

Dewi menerangkan plasma darah tidak bisa menggantikan vaksin. Plasma darah diberikan pada orang-orang yang sakit atau sudah terinfeksi, sedangkan vaksin diberikan pada manusia yang sehat agar terbentuk kekebalan dan mencegah infeksi. “TPK untuk Covid-19 bermanfaat jika diberikan pada fase awal penyakit dengan titer anti bodi yang kuat,” terangnya.

Berdasarkan penelitian Libster 2021 jelas Dewi, TPK bermanfaat mencegah munculnya gejala Covid-19 berat saat diberikan pada orang yang usia tua, sakit ringan, diberikan kurang dari 72 jam setelah gejala muncul serta titer antibodi di plasma tinggi (>1: 1000). “Kemungkinannya sangat rendah terjadi efek samping berat akibat pemberian TPK,” tegasnya.

Dewi menambahkan bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sangat concern dengan TPK ini, sehingga Bupati Probolinggo selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan PMI Kabupaten Probolinggo.

“Harapannya agar pengambilan plasma untuk TPK dapat dilakukan di PMI Kabupaten Probolinggo, untuk memudahkan para penyintas Covid-19 dapat mendonorkan plasmanya tanpa jauh-jauh datag ke Lumajang,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal