Tuesday, June 25, 2024
Depan > Kesehatan > Tanggulangi Kasus DBD, Dinkes Lakukan Fogging di Desa Kedungdalem

Tanggulangi Kasus DBD, Dinkes Lakukan Fogging di Desa Kedungdalem

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Puskesmas Dringu melakukan fogging di Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu pada Minggu (9/6/2024).

Kegiatan fogging ini dilakukan karena adanya laporan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di desa tersebut. Sebab fogging ini dilakukan sebagai upaya untuk penanggulangan kasus DBD.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo melalui Pengelola Program DBD S. Trisnoharini mengatakan sebelum melakukan fogging pihaknya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Plus terlebih dahulu.

“Setelah itu baru dilakukan fogging oleh Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo didampingi oleh Tim Puskesmas Dringu, kader dan Perangkat Desa Kedungdalem serta Babinsa,” katanya.

Yeni, panggilan akrab S. Trisnoharini menerangkan untuk fogging ini pihaknya melibatkan 4 orang Tim Fogger Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo didampingi oleh Tim Puskesmas Dringu. “Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Puskesmas Dringu yang selalu membersamai kegiatan fogging,” jelasnya.

Menurut Yeni, masyarakat diharapkan selalu melaksanakan PSN 3M Plus. Karena fogging saja hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Jika melakukan PSN 3M Plus maka jentik-jentik nyamuk yang ada bisa diberantas sampai tuntas, sehingga tidak akan ada lagi pertumbuhan nyamuk terutama Aides Aigepty yang menjadi penyebab kasus DBD.

“Sebagai bentuk edukasi, puskesmas senantiasa melakukan sosialisasi dan KIE kepada masyarakat di setiap kegiatan tentang PSN 3 M Plus bersinergi bersama desa dan kecamatan,” terangnya.

Yeni mengharapkan kegiatan ini bisa meredam kekhawatiran masyarakat tentang kasus DBD. Walaupun fogging bukan upaya utama, tetapi setidaknya masyarakat lebih tenang dengan dilakukan kegiatan fogging. “Untuk mencegah kasus DBD di Kabupaten Probolinggo, Gerakan Bersama Tebas Jentik atau Gema Tjantik harus tetap jalan, minimal seminggu sekali,” pungkasnya. (wan)