Sunday, September 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Tangani Panen dan Pasca Panen, DKPP Bina Petani Tembakau

Tangani Panen dan Pasca Panen, DKPP Bina Petani Tembakau

Reporter : Syamsul Akbar
MARON – Dalam rangka penanganan panen dan pasca panen, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan kepada petani tembakau yang ada di wilayah Kecamatan Maron, Rabu (14/10/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Kantor BPP Kecamatan Maron ini diikuti oleh petani tembakau yang tergabung di Kelompok Tani Sidomuncul 4 Desa Maron Kidul Kecamatan Maron, Kelompok Tani Subur 1 Desa Pegalangan Kidul Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron dan Kelompok Tani Nursobah Merah Putih Desa Maron Kulon Kecamatan Maron.

Nantinya masing-masing kelompok tani tersebut akan mendapatkan bantuan kendaraan roda 3 sebanyak 2 unit yang rencananya akan diserahkan pada akhir Oktober atau awal Nopember 2020 mendatang.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kasi Tanaman Perkebunan Semusim Evi Rosellawati mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu kelompok tani dengan bantuan hibah sarana angkut pasca panen tembakau sehingga pada saat panen petani tidak kesulitan mengangkut hasil panennya ke tempat perajangan. UU

“Hal ini sesuai dengan program kegiatan yaitu peningkatan kualitas bahan baku yang dapat mempengaruhi hasil tembakau yang berkualitas atau bermutu. Potensinya memang di Kecamatan Maron ini ada potensi tembakau yang selama ini memang masih belum atau kurang diperhatikan,” katanya.

Menurut Evi, harapan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo petani itu mempunyai wacana dan wawasan karena selama ini yang dibina untuk Varietas Paiton itu hanya 7 kecamatan potensi. “Karena kita evaluasi dan sesuai dengan perkembangan zaman karena ada beberapa titik di sini seperti Desa Brani Wetan dan Ganting Kulon potensinya tembaka,” tegasnya.

Dengan kegiatan ini Evi mengharapkan petani mendapatkan penghasilan atau nilai tambah dari komoditas perkebunan tidak hanya dari padi. Disamping itu petani tahu bahwa tembakau itu harus dibudidayakan dengan baik dan benar.

“Seperti benihnya yang harus bermutu dan bersertifikat. Kemudian olah lahannya, pemakaian pupuk, pasca panen serta pemasarannya ke gudang seperti apa. Selain itu, petani ada diversifikasi selain padi berupa tanaman perkebunan tembakau,” pungkasnya. (wan)