Sunday, May 19, 2024
Depan > Informasi Layak Anak > Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Gelar Baksos Khitanan Massal

Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Gelar Baksos Khitanan Massal

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan menyambut Hari Jadi Kota Kraksaan ke-14, Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dan PC Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan menggelar bakti sosial (baksos) khitanan massal, Minggu (24/12/2023) di Alun-alun Kota Kraksaan.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin ini dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mujoko, Camat Kraksaan Puja Kurniawan, Ketua Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan KH Sa’dullah Asy’ari, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil serta Sekretaris PC LKNU Kota Kraksaan Sugianto.

Khitanan massal gratis ini diikuti oleh 100 orang pendaftar. Tetapi yang berhasil dikhitan sebanyak 97 orang dan 3 orang mengundurkan diri. Usia yang dikhitan mulai 1,5 bulan hingga 11 tahun. Mereka ditangani konsultan 1 orang dokter spesialis bedah serta operator 18 orang orang asisten, operator 18 orang dan bagian Umum 4 orang.

“Peserta khitanan massal ini berasal dari 32 desa di 10 kecamatan. Meliputi Kecamatan Kraksaan, Paiton, Krejengan, Tegalsiwalan, Pajarakan, Besuk, Pakuniran, Banyuanyar, Kotaanyar dan Wonoasih,” kata Ketua Panitia Khitanan Massal Sugianto.

Sugianto mengucapkan terima kasih atas support dari Dinkes Kabupaten Probolinggo, Kepala Puskesmas Kraksaan, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo, PPNI segenap DPK, IDI, Namira, RS Rizani, segenap anggota Rumah Khitan NU serta Ketua Yayasan dan Ketua Takmir Masjid Agung Ar- Raudlah.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dari keluarga kurang mampu yang selama ini merasa kesulitan untuk mengkhitankan anak-anaknya,” harapnya.

Sementara Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya dan sekaligus penghargaan yang setinggi-tingginya, karena jajaran Ta’mir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Probolinggo dan PC LKNU Kota Kraksaan menyelenggarakan kegiatan sosial yang dikemas dalam bentuk khitanan massal bagi sebanyak 100 orang anak, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Saya yakin bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat mulia, karena khitanan massal ini merupakan manifestasi dari pelaksanaan ibadah. Oleh karena itu, mari kita do’akan mudah-mudahan anak-anak kita yang di khitan pada hari ini akan menjadi anak yang sholeh. Yakni anak yang taat kepada Allah SWT dan berbakti pada kedua orang tuanya serta berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Hudan mengharapkan mudah-mudahan kegiatan khitanan massal ini disamping akan menjadi sarana bagi kita sekalian untuk lebih mempererat ikatan shilaturrahim yang selama ini sudah terjalin dengan baik, juga merupakan wujud sumbangsih dan kepedulian kita semua kepada masyarakat, untuk meneguhkan keislaman mereka dan sekaligus untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak tentang pentingnya syari’at khitan bagi kaum muslim.

“Khitan adalah merupakan salah satu bagian dari syari’at Islam yang wajib hukumnya bagi setiap anak laki-laki. Dalam pandangan syari’at Islam, khitan yang pada dasarnya adalah memotong kulit yang menutup ujung alat kelamin laki-laki agar tidak menjadi tempat mengendapnya sisa-sisa kotoran setelah buang air kecil. Fungsinya adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat untuk sahnya ibadah sholat,” jelasnya.

Menurut Hudan, dalam pandangan medis, khitan mempunyai manfaat yang sangat penting bagi kesehatan, karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri dan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan.

“Itulah sebabnya kenapa kegiatan ini sangat bernilai positif. Karena melalui khitan, berarti mengajarkan seorang anak untuk mengenal pentingnya kebersihan dan kesehatan badan sejak dini,” terangnya.

Tidak lupa Hudan mengajak kepada seluruh komponen warga masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk selalu mengembangkan semangat kebersamaan, bersatu padu dan bahu membahu Bersama pemerintah daerah untuk mengatasi berbagai persoalan, baik yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pengangguran dan lain-lain.

“Ini penting, karena kalau kita sudah bersatu padu dalam kebersamaan, maka Insya Allah sebesar apapun tantangan dan seberat apapun persoalan yang yang kita hadapi, Insya Allah dapat kita atasi dan kita selesaikan bersama-sama. Semoga anak-anak kita yang di khitan ini, cepat sehat dan bisa beraktifitas kembali seperti biasanya dan kelak mereka semua akan menjadi generasi penerus bangsa yang sholeh,” pungkasnya. (wan)