Thursday, June 17, 2021
Depan > Kemasyarakatan > STOP Sebarkan Informasi Hoax Tentang COVID-19

STOP Sebarkan Informasi Hoax Tentang COVID-19

Reporter : Wahed Efendi
KRAKSAAN – Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan saat ini semakin luas isu bahwa rumah sakit meng-COVID-kan pasien agar dana klaim COVID-19 bisa cair. Statement seperti ini yang membuat tenaga medis dan masyarakat akan sulit kompak, selalu ada kecurigaan karena hoax dan isu berkembang luas di media sosial.

“Rumah sakit dan tenaga medis yang menangani COVID-19 bekerja sesuai dengan regulasi pemerintah. Kriteria kematian karena COVID-19 juga ada regulasinya sesuai pedoman penanganan COVID-19 Kementerian Kesehatan. Hasil laboratorium PCR juga dikeluarkan dari laboratorium resmi. Jadi jangan asal bilang katanya, harus dipahami dulu cara klaim COVID-19 seperti apa,” katanya.

Menurut Dewi, apakah semua pasien dengan penyakit apapun jika ditambah dengan gejala/diagnosa COVID-19 akan dibayar oleh anggaran COVID-19? “Jawabannya tidak, silahkan baca Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 446 tahun 2020, dipahami sehingga tidak menimbulkan hoax yang semakin meluas tentang rumah sakit atau tenaga kesehatan meng-COVID-kan pasien,” jelasnya.

Dewi menjelaskan bila pasien sudah ditangani dokter, gejalanya indikasi kuat mengarah ke penyakit COVID-19 (suspek/probable), maka ketika hasilnya ternyata negatif, maka pembiayaan akan tetap ditanggung penerintah.

“Jadi buat apa rumah sakit meng-COVID-kan pasien dengan penyakit lain, jika pada dasarnya tidak semua dapat dibayar pemerintah dengan anggaran COVID-19. Dokter dan tenaga kesehatan adalah mitra masyarakat dalam pelayanan kesehatan yang bekerja dengan sumpah keilmuannya untuk mengetahui kondisi penyakit pasiennya,” terangnya.

Namun demikian tegas Dewi, jika memang terbukti ada oknum rumah sakit atau tenaga kesehatan yang sengaja bermain curang (fraud) untuk mendapat keuntungan, kami Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo juga mendukung agar pelakunya mendapat hukuman sesuai peraturan perundang- undangan yang berlaku. “Meng-COVID-kan pasien adalah suatu perbuatan curang (fraud) yang jika terbukti akan dikenakan sanksi,” tegasnya.

Dewi menambahkan setiap orang juga harus mempelajari dengan jelas peraturan-peraturan terkait COVID-19, sebelum menyebarluaskan kepada orang lain. “Adanya penambahan kasus COVID-19 setiap hari, adanya kematian dengan hasil laboratorium positif COVID-19, itu sudah cukup membuktikan bahwa COVID-19 nyata adanya. Be smart, stay safe and healthy,” pungkasnya. (hed)

cww trust seal