Sunday, September 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > STOP! Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif

STOP! Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif

Reporter : Syamsul Akbar
BANTARAN – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif di Pendopo Kecamatan Bantaran, Kamis (20/6/2019).

Dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting).

Kegiatan ini diikuti oleh istri para jagal, pelaku usaha dan peternak dari Kecamatan Bantaran, Kuripan dan Wonomerto. Sebagai narasumber hadir Sekretaris Kecamatan Bantaran Saiful Anwar, Ipda Alim dari Polres Probolinggo serta Yayuk dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Ipda Alim dari Polres Probolinggo mengingatkan sosialisasi sudah disampaikan. Apabila ada penindakan jangan beralasan tidak tahu akan aturan pengendalian pemotongan betina produktif.

Sementara Yayuk dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa adanya Permentan Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Upsus Siwab telah memberikan dampak penurunan pemotongan ternak ruminansia betina produktif

Sedangkan Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengungkapkan pentingnya para ibu untuk membeli daging di kios daging yang berstiker dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo.

“Artinya, para ibu telah membeli daging yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Dimana ternak ruminansia yang dipotong di RPH serta membantu meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan adanya pelatihan Juleha gratis untuk para takmir dan panitia qurban pada Kamis, 18 Juli 2019 di KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo. “Tujuannya agar semua takmir dan panitia qurban memiliki sertifikat dan mengetahui teknik penyembelihan hewan qurban sesuai syariah Islam,” pungkasnya. (wan)