Tuesday, October 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Sosialisasikan Penanganan Dampak Lingkungan Akibat Pertambangan

Sosialisasikan Penanganan Dampak Lingkungan Akibat Pertambangan

Reporter : Syamsul Akbar
TEGALSIWALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA memberikan sosialisasi penanganan dampak lingkungan akibat pertambangan di Pendopo Kecamatan Tegalsiwalan, Selasa (12/11/2019).

Sasaran kegiatan ini adalah unsur masyarakat, tokoh masyarakat, tambang dari pengusaha tambang dan masyarakat terdampak tambang, unsur birokrat (aparatur kecamatan dan desa) serta unsur milenial. Sebagai narasumber berasal dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur serta Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penghematan Energi dan Air. Dimana hal ini merupakan suatu kewajiban bagi instansi pemerintah dalam menjalankan regulasi tersebut,” kata Kasubbag Bina SDA Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Arip Nopianto.

Sementara Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya penanganan dampak lingkungan akibat pertambangan.

“Dampak tambang-tambang yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo terdiri dari tambang eksploitasi dan tambang normalisasi. Normalisasi dan eksploitasi tentunya ada dampaknya bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Susilo, dampak lingkungan akibat tambang eksploitasi dan normalisasi, listrik dan langsung atau tidak langsung pasti ada. Terutama pencegahan banjir melalui upaya normalisasi.

“Normalisasi itu adalah upaya mengambil batu-batu kecil supaya aliran airnya lancar dan memindahkan batu-batu besar ke pinggir agar tanah tidak terkikis air. Tetapi kenyataannya, semua batu yang ada diambil, akhirnya begitu ada banjir tanahnya terkikis semua. Bahkan hal-hal yang tidak diharapkan bisa terjadi,” pungkasnya. (wan)