Monday, May 10, 2021
Depan > Pemerintahan > Siapkan Mapping Sentra Industri Madu Terpadu

Siapkan Mapping Sentra Industri Madu Terpadu

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo sedang melakukan mapping (pemetaan) menciptakan sentra industri madu di wilayah Kecamatan Lumbang.

Artinya dalam sentra industri madu terpadu tersebut nantinya ada budidaya peternak lebah madu, pengolahan madu serta menciptakan diversifikasi produk yang berhubungan dengan madu seperti souvenir, kaos, topi dan lain sebagainya. Nantinya bisa menjadi sarana wisata edukasi.

“Sebenarnya pokmas (kelompok masyarakat) ini merupakan hasil pembentukan dan pembinaan dari Disperindag Provinsi Jawa Timur. Disitu ada tenaga pendampingnya yang bersinergi dengan Disperindag Kabupaten Probolinggo,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami.

Menurut Taufik, untuk mewujudkan sentra industri madu terpadu tersebut harus disiapkan varian produk madu dan manajemen dari beberapa pokmas. Nantinya disitu harus lengkap mulai dari handycraft dan produk olahan berbagai jenis madu. Selain Disperindag, nanti sinerginya dilakukan bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DPKH), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud).

“Salah satu upaya untuk mendukung sentra industri madu terpadu tersebut, Disperindag memberikan pelatihan olahan madu bagi kelompok masyarakat madu Kecamatan Lumbang. Beberapa olahan yang dibuat diantaranya olahan dodol madu, ting ting jahe madu, minuman sirup jahe pandan madu dan lain sebagainya,” jelasnya.

Mantan Camat Gading ini menjelaskan pelatihan olahan madu ini diberikan untuk memberikan bekal ketrampilan sesuai dengan kaidah-kaidah industri sebagai upaya menyiapkan kluster industri.

“Ini merupakan upaya untuk menyiapkan sentra industri madu. Disperindag salah satunya menggiatkan kembali cinta produk lokal. Kegiatan ini salah satunya merupakan penguatan potensi lokal untuk memunculkan kembali gerakan produk dalam negeri,” terangnya.

Jika semuanya bersinergi mewujudkan sentra industri madu terpadu ini terang Taufik, bisa dibayangkan di pintu masuk Kecamatan Lumbang ada gapura dengan logo lebah dan durian. Ditambah dengan banyaknya bunga matahari yang tumbuh di sepanjang jalan menuju kawasan Gunung Bromo serta ada tempat-tempat istirahat.

“Yang jelas, Disperindag akan bekerja sesuai dengan tupoksinya berupa gerakan produk dalam negeri. Manakala itu terjadi maka ekonomi di Kecamatan Lumbang akan maju dan meningkat. Semoga kegiatan ini mampu menciptakan sentra industri olahan madu yang memperkuat gerakan cinta produk dalam negeri sebagai dasar ketahanan ekonomi masyarakat,” harapnya. (wan)

cww trust seal