Tuesday, September 21, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Serap Aspirasi Masyarakat Pesisir Pantai Bandar Segara

Serap Aspirasi Masyarakat Pesisir Pantai Bandar Segara

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Kegiatan Festival Pantai Bandar Segara yang digelar oleh Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo di Dusun Bandaran Desa Dringu Kecamatan Dringu, Kamis (12/3/2020) pagi bersamaan dengan reses masa persidangan II tahun 2020 Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si.

Oleh karena itulah dalam kesempatan tersebut, Hasan Aminuddin melakukan serap aspirasi masyarakat pesisir dan menyampaikan beberapa program dari mitra kerja Komisi IV DPR RI, salah satunya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP RI Muhammad Yusuf, Forkopimda, Ketua Umum Forikan Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono, Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk membuat kedai-kedai di setiap TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang ada di Indonesia. “Hal ini dilakukan untuk memotivasi agar terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Hasan, sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam ada jaminan keselamatan yang difasilitasi oleh asuransi perlindungan atas resiko. Sehingga ketika nelayan mengalami kecelakaan saat bekerja bisa langsung ditangani oleh asuransi.

“Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memberikan pinjaman modal kerja dengan bunga 3% setahun atau sekitar 0.25% per bulan. Bunganya sangat murah jika dibandingkan dengan meminjam ke rentenir. Biasanya kalau pinjam ke rentenir bunganya tinggi sekali sehingga yang kaya makin kaya dan yang miskin semakin miskin,” jelasnya.

Terkait dengan program beasiswa kuliah gratis perikanan Hasan meminta kepada Diskan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo supaya mencari anak lulusan SMA untuk melanjutkan kuliah di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. “Tentunya syaratnya harus berasal dari keluarga nelayan dan miskin,” tegasnya.

Hasan menyayangkan hasil Sensus Ekonomi Nasional (Sesunas) tahun sebelumnya yang menempatkan Kabupaten Probolinggo berada di urutan keempat daerah miskin di Jawa Timur. Hal ini tentunya menjadi tugas bersama mulai dari tingkat Kabupaten Probolinggo hingga desa.

“Bantuan sosial hendaknya diberikan kepada orang yang betul-betul miskin dan dibuktikan dengan adanya penempelan stiker masyarakat miskin. Sehingga harapannya masyarakat yang kaya merasa malu untuk mengaku miskin dan dengan sendirinya melapor ke kepala desa untuk tidak mau menerima bantuan sosial,” pungkasnya. (wan)