Monday, April 19, 2021
Depan > Pemerintahan > Sekda Soeparwiyono Pimpin Rakor Pemaparan Proposal PT KAI

Sekda Soeparwiyono Pimpin Rakor Pemaparan Proposal PT KAI

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono memimpin rapat koordinasi (rakor) pemaparan proposal pembangunan industri pengolahan karet dan oleokimia PT KAI (Kayan Agrikultur Industri) di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (19/3/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh Direktur PT Kayan Agrikultur Industri Chitrawan Lukito dan segenap jajaran direksi, Kepala Bidang Kerja Sama dan Promosi Investasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur Andromeda Qomariah, perwakilan BPN Probolinggo, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dan Camat Paiton Sukarno.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono mengatakan pembangunan industri pengolahan karet dan oleokimia ini merupakan suatu harapan untuk meningkatkan perekonomian di masyarakat. Sebab dengan adanya investor maka perekonomian masyarakat akan meningkat.

“Kami mohon waktu Insya Allah maksimal 2 minggu untuk membahas bersama dengan Tim Percepatan Berinvestasi Kabupaten Probolinggo. Kami masih akan melakukan kajian berdasarkan dengan regulasi-regulasi yang ada sehingga tidak ada sesuatu hal di kemudian hari. Semuanya harus dipelajari dengan matang,” katanya.

Sementara Kristianto perwakilan dari PT KAI mengungkapkan pembangunan ini adalah untuk membangun pabrik pengolahan karet menjadi produk jadi seperti sarung tangan, karet gelang serta produk lain dari bahan baku karet. Sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri, menampung ketersediaan bahan baku dari perkebunan karet di Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat, menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan devisa dibidang non-migas.

“Rencananya pabrik ini berada di Desa Sumberejo Kecamatan Paiton. Lokasi ini dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan meliputi kedekatan dengan transportasi air, karena bahan baku didapatkan dari Kalimantan, ketersediaan jaringan listrik, ketersediaan sumber daya air untuk pencucian bahan karet serta ketersediaan Sumber Daya Manusia yang terampil,” ujarnya.

Menurut Kristianto, jika semuanya sudah selesai pembangunan pabrik rencananya akan dimulai tahun 2021 dan siap beroperasi pada tahun 2025. Rencana pembangunan industri ini memiliki investasi senilai ± Rp 1,5 trilyun dengan pendanaan dari berbagai sumber.

“Kapasitas pengolahan bahan baku yang direncanakan industri karet sebanyak 4 juta liter lateks (getah karet) per bulan dan industri oleokimia 10.000 ton minyak kelapa sawit per bulan. Kebutuhan tenaga kerja ± 1.200 orang untuk tahap pertama hingga ± 2000 orang dengan diprioritaskan warga lokal,” jelasnya.

Kristianto menyampaikan pembangunan pabrik ini tentunya memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, penyerapan tenaga kerja lokal sekitar 80-90%, peningkatan nilai investasi yang masuk di Kabupaten Probolinggo dan peningkatan perekonomian Kabupaten Probolinggo akibat efek domino dari penyerapan tenaga kerja dan investasi di Kabupaten Probolinggo.

“Sementara dampak negatifnya, terjadi pencemaran lingkungan (kualitas udara, kebisingan dan kemacetan lalu lintas) dan hilangnya lahan pertanian jagung,” pungkasnya.

Selanjutnya dilakukan diskusi antara PT KAI dengan Tim Percepatan Berinvestasi Kabupaten Probolinggo. Beberapa pertanyaan dan tanggapan disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, DPMPTDP Provinsi Jawa Timur, DPMPTSP Kabupaten Probolinggo, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan serta BPN Probolinggo. (wan)

cww trust seal