Wednesday, December 1, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Segera Kembangkan Budidaya Bawang Merah Dengan Inovasi TSS

Segera Kembangkan Budidaya Bawang Merah Dengan Inovasi TSS

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo akan segera mengembangkan penanaman atau budidaya bawang merah dengan inovasi TSS (True Shallot Seed) atau cara menanam bawang merah dari biji.

Sebagai persiapan dari upaya tersebut, DKPP memberikan bantuan barang hibah berupa benih TSS dan sarpras (sarana dan prasarana) pengembangan bawang merah dengan inovasi TSS kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/12/2020).

Barang hibah yang diberikan meliputi benih TSS sebanyak 100 kg, plastik UV sebanyak 160 roll, POC sebanyak 100 botol, PHC sebanyak 100 botol, likat kuning sebanyak 800 liter dan sex feromon sebanyak 800 sachet.

Bantuan hibah benih TSS dan sarprasnya ini diberikan kepada 11 kelompok diantaranya Kelompok Rowo Makmur Satu Desa Sumberkedawung Kecamatan Leces, Kelompok Sumbersari Satu Desa Jorongan Kecamatan Leces, Kelompok Gemah Ripah Krajan Desa Klenang Kidul Kecamatan Banyuanyar, Kelompok Sumber Waru I Desa Pabean Kecamatan Dringu serta Gapoktan Tani Mulyo Desa Ngepoh Kecamatan Dringu.

Selanjutnya, Kelompok Maju Jaya II Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih, Kelompok Sumber Makmur Lima Desa Muneng Kidul Kecamatan Sumberasih, Kelompok Harapan Tani II Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan, Kelompok Tani Agung Dua Desa Kebonagung Kecamatan Kraksaan, Kelompok Abdi Tani III Kelurahan Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan dan Kelompok Tulus Abadi Desa Asembakor Kecamatan Kraksaan.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Didik Tulus Prasetyo mengatakan pemberian hibah benih TSS dan sarana prasarananya ini merupakan kegiatan aspirasi wakil rakyat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dalam pengembangan sayuran strategis/komoditas nasional salah satunya bawang merah. “Budidaya bawang merah dengan biji/TSS (True Shallot Seed) ini dilakukan untuk mengatasi biaya pembelian benih bawang merah yang mahal, mudah dan menguntungkan,” katanya.

Menurut Didik Tulus, pada umumnya bawang merah diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan umbi sebagai benih. Benih berupa umbi mempunyai kelemahan, karena tidak tahan simpan sehingga setelah musim tanam off-season atau musim hujan penyediaan benih untuk musim berikutnya menjadi terbatas.

“Salah satu alternatif teknologi yang potensial untuk dikembangkan dalam upaya mengatasi perbenihan bawang merah adalah dengan penggunaan biji atau TSS (True Shallot Seed),” jelasnya.

Didik Tulus menjelaskan budidaya bawang merah dengan biji atau TSS ini memiliki keuntungan biaya transportasi lebih murah karena berbentuk biji, sehingga benihnya bisa disimpan lebih lama maksimal dua tahun selama tidak terkena matahari. “Keuntungan lainnya, lebih sedikit terserang penyakit karena benih itu tidak membawa virus dan jamur. Selain itu, pemakaian pupuk juga menjadi lebih efisien,” terangnya.

Lebih lanjut Didik Tulus menerangkan kewajiban penerima hibah adalah menanam dan membuktikan keunggulan budidaya dengan biji yang kemudian disebarkan ke petani luas. “Dengan pemberian benih TSS ini harapannya ada peningkatan produksi dan penyediaan benih bermutu serta peningkatan kesejahteraan petani dan ketersediaan benih dengan harga terjangkau,” harapnya. (wan)